Teknologi sudah tidak asing lagi bagi kehidupan sehari-hari kita. Karena teknologi, menurut M. Kholil Subarkah, Founder Komunitas Dolan Pasuruan, sudah menjadi sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
“Dengan adanya teknologi, informasi dapat ditemukan dengan mudah dan cepat melalui koran elektronik, artikel, jurnal, maupun sosial media,” kata Key Opinion Leader itu dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (01/12/2021).
Namun, lanjut dia, di dalam media sosial masih banyak pengguna yang masih kurangnya kesadaran dalam beretika. Menurutnya, etika merupakan ilmu mengenai baik dan buruknya manusia (moral). Etika juga diartikan sebagai kumpulan nilai moral dan asas (kode etik).
“Dengan menerapkan nilai sila ke-2 yang berisi Kemanusiaan yang adil dan beradab, etika tidak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun juga perlu diterapkan didalam teknologi informasi terutama media sosial,” tuturnya.
Kholil mengatakan, terdapat beberapa contoh dari etika di antaranya sebagai berikut:
- Menggunakan bahasa yang sopan
- Tidak menyinggung satu sama lain
- Jangan mengumbar privasi orang ke publik
Dalam bermedia sosial, kata Kholilk, harus dapat menerapkan etika, dari hal kecil contohnya menghargai orang lain, dalam arti yaitu tidak menggunakan kata-kata kasar dalam bermedia sosial.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, tantangan di ruang digital saat ini semakin besar. Berbagai konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat seperti hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif, banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif,” katanya dalam pembukaan Literasi Digital.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya meningkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, dan yang menyerukan perdamaian.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





