Promosi Pariwisata Melalui Medsos Sasar Milenial Traveler

Friday, 01 October 21 Venue
Tebing Breksi

Digitalisasi kini telah merambah di hampir semua sektor industri tak terkecuali pariwisata. Tak heran jika kini promosi pariwisata secara massif dilakukan via media sosial (medsos) dengan menggunakan lintas platform. Beberapa platform yang digunakan yaitu Instagram, Twitter hingga mengunggah video di YouTube.

“Promosi pariwisata via media sosial untuk menyasar milenial traveler. Cara tersebut cukup efektif sebab generasi milenial kini seolah tak bisa lepas dari media sosial,” kata Fita Okta Fiana (Duta Wisata Bondowoso 2019) sebagai Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (30/9/2021).

BACA JUGA:   Generasi Milenial Diminta Bijak Gunakan Medsos

“Saya kira sangat efektif. Karena banyak anak-anak muda suka foto, lalu upload. Ini juga salah satu cara yang cepat dan murah,” tambah Fita.

Promosi pariwisata melalui media sosial, kata dia, berperan sebagai teaser tentang sebuah destinasi wisata. Teaser ini diharapkan akan menarik rasa penasaran milenial traveler hingga membuat mereka berkunjung ke sana.

“Destinasi wisata seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan Borobudur sejatinya sudah memiliki atraksi yang sangat baik sehingga peran promosi via media sosial hanyalah sebatas teaser untuk memperkenalkan kembali destinasi tersebut. Selain itu, promosi lewat media sosial juga berperan sebagai pelengkap promosi offline,” ujarnya.

BACA JUGA:   Agar Konten Menjangkau Banyak Audiens

Promosi online, bentuk konkrit yang dilakukan dengan menggandeng vlogger dan blogger. Fita mencontohkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sempat bekerja sama dengan sebuah universitas di Malaysia, vlogger tersebut difasilitasi Kemenparekraf untuk datang dan merasakan langsung destinasi wisata di Indonesia. “Hasilnya, para vlogger milenial ini kemudian membuat video-video berisi informasi tentang destinasi wisata tersebut,” ujar dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Praktis-Efisien Transaksi Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).