Raih Peluang Bisnis Digital

Saturday, 25 September 21 Venue

Bisnis digital kini menjadi jenis usaha yang sangat mudah dijalankan dengan modal kecil. Menurut Sandi Reza Fahmi, Content Creator, kunci sukses dalam bisnis di era digital adalah kreativitas.

“Jika Anda berencana membuka usaha, mulailah dengan mencari ide bisnis yang menarik untuk diwujudkan,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (24/9/2021).

Berawal dari ide bisnis digital, kata dia, maka perlu melanjutkannya dengan inovasi terbaru jika ingin segera sukses. “Jangan khawatir, Anda dapat mencarinya melalui hobi yang digemari, kemampuan yang dikuasai, atau melihat apa saja yang menjadi tren di masyarakat masa kini.”

Menurut Sandi hampir semua bisnis kini memanfaatkan teknologi digital untuk berkembang. “Saatnya untuk ikut mencoba peluang bisnis digital yang saat ini masih terbuka lebar,” kata dia.

Menurut dia, terdapat beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Salah satunya asalkan punya ide dan tekad yang kuat, maka bisnis apa pun yang  dijalankan bisa berhasil dan mendapatkan keuntungan.

BACA JUGA:   Media Sosial Tunjukkan Cermin Kepribadian

Jangkauan pasar bisnis digital, kata Sandi, masih terbuka lebar. Bahkan bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia dan luar negeri. Keuntungan lainnya, teknologi yang terus berkembang akan membuat bisnis digital memiliki peluang jangka panjang yang menguntungkan.

Sandi mengatakan, terdapat beberapa ide bisnis digital yang bisa menjadi pilihan, di antaranya:

  • Membuka Toko Online

Ide bisnis yang paling sederhana adalah membuat toko online di berbagai kanal, seperti media sosial, online shop, marketplace, dan e-commerce, hingga website. Model bisnis B2B (business to business), B2C (business to consumer), atau  C2C (consumer to consumer) bisa menjadi pilihan.

“Anda tinggal menentukan produk apa saja yang ingin dijual dan buatlah toko online Anda tampil beda untuk meraih kepercayaan pengguna. Membuat website bisnis untuk membangun brand identity dalam hal ini sangat membantu membangun usaha dengan target market lebih luas. Anda bebas memilih ingin menjadi seorang supplier, reseller, atau drop shipper sesuai dengan model bisnis yang dipilih.”

  • Jasa Desain Grafis
BACA JUGA:   Langkah Tegas Mencegah Konten Porno Di Internet

Ide bisnis digital yang selanjutnya adalah jasa desain. Bisnis ini prospeknya cukup besar karena konsumennya sangat luas. Bukan hanya konsumen yang memerlukan desain secara pribadi, tetapi juga bisnis mereka. Kunci sukses dalam membangun bisnis jasa desain grafis ini adalah membuat portofolio online yang menarik. Tawarkan jasa pembuatan brosur, poster, dan lainnya kepada konsumen yang memang membutuhkan.

  • Jasa Pembuatan Website

Model bisnis B2B tak selamanya berupa barang. Ada juga yang menawarkan jasa pembuatan website untuk bisnis lainnya. Untuk membangun usaha ini, dibutuhkan keahlian khusus yang bisa Anda pelajari. Apalagi saat ini banyak bisnis yang membutuhkan pembuatan website demi menaikkan citra perusahaan.

  • Menjadi Freelancer atau Influencer

Suka dunia tulis-menulis? Manfaatkan hobi tersebut untuk membuat blog, kemudian menjadi blogger. Tugas Anda hanya perlu menerbitkan konten berupa tulisan menarik dan bermanfaat secara rutin. Modalnya hanya domain, hosting, dan SSL. Bahkan, ada juga yang hanya memanfaatkan blog gratisan.

  • Jasa Admin Media Sosial
BACA JUGA:   Promosi Pariwisata Melalui Medsos Sasar Milenial Traveler

Yang terakhir adalah jasa menjadi admin di akun media sosial untuk meningkatkan branding toko online atau perusahaan tertentu. Bisnis ini cukup menguntungkan. Modalnya adalah kreatif dalam membuat konten sesuai jenis media sosial yang dikerjakan.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).