Mengandalkan Internet untuk Tetap Produktif

Thursday, 25 November 21 Venue

Kehidupan masyarakat kini telah banyak dipermudah dengan bantuan teknologi. Aktivitas online yang begitu akrab dengan teknologi menjadi sebuah momentum di tengah kondisi pandemi,  saat hampir setiap orang mengandalkan internet untuk tetap produktif.

“Berbagai saluran digital seperti email, media sosial, marketplace dan Google Ads menjadi sarana berkomunikasi,” kata Asyraf Ilmansyah, Data Scientist & Analyst BRI, dalam webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Selasa (23/11/2021).

Di antaranya, kata dia, dipergunakan untuk rapat virtual di tengah kondisi pandemi Covid-19. Termasuk dalam hal storage penyimpanan data, serta digunakan di dunia desain.

BACA JUGA:   Menjaga Etika di Ruang Digital

“Dengan memanfaatkan saluran digital ini, peluang menjadi terbuka untuk pengusaha dan pekerja digital,” ujar Asyraf. Seperti halnya juga bagi para IT developer, influencer, visual designer, digital marketer, seller via digital channel sampai investor saham atau trader. Kemudian berbagai lini usaha seperti food & beverage yang dapat memperluas usahanya lewat media sosial.

Asyraf mengatakan, begitu juga di bidang peternakan dan kosmetik dapat melakukan branding di media sosial. Serta bidang EO atau event organizer dalam melakukan pekerjaannya lewat memadukan acara offline dan memakai Instagram LIVE.

Namun Asyraf juga mengingatkan, bahwa pemanfaatan saluran digital dengan maksimal juga memiliki risiko. Sebabnya setiap orang tetap harus menjaga data pribadi di internet. “Caranya yaitu dengan membuat password yang sulit, jangan memberikan informasi data pribadi yang terlalu detail, memperhatikan akses yang diminta oleh aplikasi, hingga setting semua privasi akun media sosial yang digunakan.”

BACA JUGA:   Menjaga Keamanan Dari Celah Jejak Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).