Menjadi Content Creator, Simak Tipsnya

Saturday, 25 September 21 Venue
Canon EOS C70

Profesi Content Creator sepertinya sedang naik daun. Hubspot mendefinisikan Content Creator sebagai orang yang memproduksi material bersifat menghibur atau edukatif sesuai minat target audiens yang dituju.

“Bentuk materialnya bermacam-macam, bisa berupa foto, video, artikel blog, hingga infografik,” kata Ari Prastiawan, Founder of Airpas Ticket Travel Agent, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (24/9/2021).

Tidak bisa dipungkiri, kata Ari, saat ini butuh yang namanya konten, baik untuk tujuan hiburan ataupun edukasi. Para Content Creator hadir memenuhi kebutuhan tersebut. “Mereka berlomba-lomba meracik konten terbaik untuk meraih perhatian sebanyak mungkin perhatian audiens,” ujar dia.

Ari mengatakan, terdapat beberapa tips belajar menjadi Content Creator, di antaranya:

  • Pilih passion yang ingin digeluti

Memilih passion merupakan hal penting dalam proses belajar menjadi Content Creator. Fokus pada satu area sehingga konten-konten yang dihasilkan pun bakal mendalam. Selain itu, karena passion terhadap bidang tertentu, maka akan punya dorongan jika seandainya menemui hambatan di tengah jalan. Mulai saja dari hal-hal yang memang disukai.

  • Selalu up-to-date dengan berita terkini
BACA JUGA:   Privasi dan Keprihatinan Etis di Ruang Digital

Kalau mau konten menarik perhatian banyak orang, maka perlu update dengan berita terkini. Misalnya, kalau kita seorang Content Creator di bidang masak-memasak, bisa ikutan membuat dalgona coffee saat minuman tersebut tren beberapa saat lalu. Contoh lainnya, untuk menjadi Content Creator di bidang fesyen, bisa coba kasih tips mix and match home wear agar tetap nyaman dan fresh walaupun harus beraktivitas di rumah selama pandemi. Dengan terus up-to-date, orang akan menilai kita tidak ketinggalan zaman.

  • Rajin menulis

Mau belajar menjadi Content Creator yang kreatif, kita juga perlu rajin menulis untuk membantu menuangkan ide-ide di kepala. Dengan begini, ide-ide tersebut tidak hanya mengendap di kepala hingga berujung lupa dan tidak dikembangkan sama sekali. Setiap harinya, coba luangkan waktu 30-60 menit menuliskan isi pikiran secara bebas. Baru setelah itu saring lagi ide-ide mana saja yang layak dan menarik untuk dikembangkan lebih jauh menjadi sebuah konten.

  • Pahami dan fokus pada KPI
BACA JUGA:   Kendalikan Diri, Hindari Gaya Hidup Konsumtif

Hanya karena sudah menerbitkan konten di ranah digital, belum tentu konten tersebut akan dilihat orang. Lalu, dari mana kamu bisa mengetahui performa konten yang diterbitkan? Di sinilah pentingnya key performance indicator (KPI) yang dapat membantu mengevaluasi performa suatu konten.

  • Perluas networking dengan sesama Content Creator

Belajar menjadi Content Creator tidak terlepas dari networking, terutama ke sesama Content Creator juga. Jadi, jangan anggap mereka sebagai pesaing atau kompetitor. Sebaliknya, justru bisa berkolaborasi untuk berkarya bersama. Tentunya networking tidak dibatasi hanya di kalangan sesama Content Creator. Bisa juga berkomunikasi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.

BACA JUGA:   Pengguna Game Online Meningkat Selama Pandemi

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).