Demi Keamanan, Temani Anak Berinternet

Wednesday, 21 July 21 Venue

Google bersama trust and safety research pada Febuari 2021 mensurvei pendapat orangtua di kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia yang anaknya bersekolah secara daring atau online selama pandemi Covid-19 tentang keamanan digital. Hasilnya, 51 persen orangtua merasa khawatir tentang keamanan digital anak, 42 persen orangtua menghawatirkan kemanan informasi anak. Anak-anak menerima konten yang tidak pantas dan anak-anak menerima perhatian dari orang-orang yang tidak dikenal.

“Untuk itu, orangtua harus menemani anak berinternet dengan saling jaga komunikasi dengan anak,” kata Elly Nurul, Ketua Kumpulan Emak Blogger, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA:   Marak Judi Online, Begini Dampaknya

Elly mencontohkan, menjaga komunikasi dengan anak seperti dengan mengomunikasikan dengan baik tentang kebutuhan, tangung jawab dan risiko berinternet, “dan buat aturan bersama terkait penggunaan internet di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, anak perlu diberikan kepercayaan agar lebih terbuka terkait aktivitas daring yang mereka kerjakan. “Selain itu ingatkan anak untuk langsung memberitahu orangtua jika mengalami situasi daring yang tidak menyenangkan, dan jadikan keterbukaan sebagai budaya atau kebiasaan baik dalam keluarga.”

Sebagai orangtua, lanjut Elly, harus terus bekali diri dan belajar internet, jangan anti teknologi, pelajari semua tentang internet, pelajari tentang aplikasi. “Lalu situs apapun program yang aman untuk anak, dan buat daftar aplikasi dan berikan kebebasan anak untuk memilih aplikasi yang diinginkan untuk melatih anak membuat pilihan.”

BACA JUGA:   Tak Semata Tentang Seks, Ini Ragam Pelecehan Seksual

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).