Sebarkan Nilai Demokrasi dan Toleransi Melalui Media Sosial

Thursday, 16 September 21 Venue

Indonesia merupakan negara besar dan punya potensi yang luar biasa. Sebagai bangsa yang besar, menurut Stabby Julionatan, Ketua GPMB & Akademisi Pascasarjana Universitas Indonesia, terdapat berbagai upaya digunakan untuk melemahkan bangsa Indonesia.

“Apabila kita belajar dari sejarah, kita mudah dipecah dengan adu domba,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (14/9/2021).

Selain itu, kata Stabby, membenturkan masyarakatnya dengan isu-isu SARA. Kemudian membangkitkan isu trauma komunis, membakar sentimen kelas-kelas ekonomi dengan menambah kesenjangan agar semakin terlihat, merongrong Pancasila dan Kebhinnekaan atau meminta Pancasila sebagai ideologi negara diubah dan memasukkan paham ideologi asing.

BACA JUGA:   Marak Berjualan Sistem Dropship

“Paling penting itu menjaga demokrasi dan toleransi. Kalau dalam gambar saja anak-anak bisa duduk bersama dengan agama yang berbeda, seharusnya orang dewasa juga bisa,” ujar dia.

Menurutnya, hal utama dari agama itu nilai-nilai kemanusiaannya, bukan apa agamanya. Karena semua agama mengajarkan hal baik. “Selain butuh untuk berdemokrasi dan toleransi, kita sebagai bangsa Indonesia perlu melestarikan nilai luhur ramah tamah juga sopan santun di dunia digital.”

Pengguna internet di Indonesia di era ini mencapai angka 202,6 juta pengguna. Sebagian besar, sebanyak 170 juta aktif di media sosial dengan durasi penggunaan 3 jam per hari. Lamanya waktu penggunaan media sosial, kata Stabby, bisa digunakan untuk mengangkat demokrasi dan toleransi. “Gunakan media sosial kita untuk sebarkan nilai demokrasi dan toleransi.,” kata dia.

BACA JUGA:   Tips Aman Gunakan Medsos

Stabby menyayangkan saat ini banyak hal negatif biasa terjadi di media sosial. Di antaranya seperti komentar jahat, informasi hoaks, konten negatif, pertengkaran dan perdebatan, tindakan seksis atau misoginis, dan rasis.

Menurutnya, banyak orang senang berkomentar jahat tanpa mengenali seseorang di media sosial, pertengkaran juga kerap terjadi di kolom komentar bahkan yang bersifat rasis dengan membawa agama atau ras.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Mempersiapkan SDM Berdaya Saing Global

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).