Tiga Tips Aman Nyaman Belanja Online

Tuesday, 03 August 21 Venue

Belanja online dan transaksi nontunai memiliki banyak keuntungan bila dilakukan dengan sistem keamanan yang optimal. Apalagi dengan berkembangnya teknologi saat ini, yang membuat kebiasaan belanja dan membayar masyarakat mulai berubah dari tradisional ke online.

“Oleh karena itu, tidak heran belanja online menjadi tren yang digemari, terlebih di masa pandemi belanja online menjadi solusi alternatif,” kata Fadh Rian Khoirul A, Sharia Account Executive Surabaya Outer LinkAja, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (2/8/2021).

Menurut dia, banyak alasan yang membuat masyarakat akhirnya memilih belanja online sebagai solusi pemenuhan kebutuhan hidupnya. Selain tidak perlu capek-capek pergi ke toko dan memilih barang. Beberapa keuntungan lain seperti kemudahan dalam belanja karena dilengkapi sistem yang baik, banyak pilihan toko dan barang kebutuhan, harga bersaing, dan proses pengiriman yang cepat juga menjadi alasannya.

BACA JUGA:   Literasi Digital Untuk Cerdas Bermedia Sosial

“Bahkan, masyarakat juga dipermudah dengan fasilitas return atau kembalikan barang jika pesanannya kurang sesuai,” ujarnya.

Fadh mengatakan, dengan metode pembayaran transaksi nontunai, konsumen cukup melihat nominal pembayarannya apakah sudah sesuai dengan barang yang dibelanjakan. Setelah itu, konsumen tinggal menyetujui pembayaran dan melakukan beberapa konfirmasi, tanpa perlu repot menyiapkan uang tunai untuk menyelesaikan transaksi.

“Dibanding transfer bank atau transaksi tunai, pembayaran nontunai sangatlah praktis dan menghemat waktu,” ujarnya. Menurut dia, agar tetap aman dan nyaman saat berbelanja online atau melakukan transaksi nontunai, ada 3 tips yang bisa dilakukan, seperti:

  • Belanja online di platform terpercaya.

Kebanyakan, kasus penipuan saat belanja online terjadi ketika transaksi dilakukan di luar platform terpercaya. Dengan berbelanja di platform terpercaya, seperti Shopee, kejadian seperti itu dapat dihindari. Platform belanja online terpercaya memiliki sistem canggih untuk melindungi pembeli atau penjual dari penipuan.

  • Rutin ganti kata sandi dan tidak membagikan kode OTP
BACA JUGA:   Karakter dan Perilaku Pelaku Bullying

Salah satu kekhawatiran menyimpan uang di e-wallet adalah peretasan. Namun, peretasan sebenarnya bisa dihindari. Cara untuk menghindari peretasan, salah satunya adalah rutin mengganti kata sandi, setidaknya sebulan sekali. Andai peretas tahu kata sandi, ia masih belum bisa membobol e-wallet karena masih ada One Time Password (OTP) yang harus dimasukkan.

  • Menjaga rahasia data pribadi.

Untuk meminimalkan risiko peretasan atau pencurian di akun e-wallet, satu hal yang harus dilakukan adalah menjaga rahasia data pribadi. Data itu meliputi alamat email, kata sandi, termasuk OTP, sehingga perlu kewaspadaan ketika ada pihak tertentu yang tiba-tiba menanyakan data tersebut. Dengan menjaga kerahasiaan data pribadi, peretas akan kesulitan untuk bisa membobol akun e-wallet. Terlebih, saat ini platform belanja online dan penyedia e-wallet makin canggih, sehingga tidak ada lagi celah pihak lain untuk melakukan peretasan.

BACA JUGA:   Pencurian Data Pribadi Banyak Dilakukan Melalui Metode Ini

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).