Tingkatkan Brand Awareness dengan Strategi Pemasaran Konten

Tuesday, 23 November 21 Venue

Di tengah perkembangan teknologi, Content Creator atau pembuat konten menjadi salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan. Menurut Aprilia Frinanda Setiawan, Video Content Creator, jika dulu pekerjaan-pekerjaan seperti dokter, guru, polisi, tentara, dan pengacara dianggap paling menjanjikan, sekarang dengan menjadi pembuat konten bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih dari pekerjaan-pekerjaan tersebut.

“Salah satu bagian dari pembuat konten yang saat ini menjadi idaman banyak orang adalah YouTubers,” kata Key Opinion Leader itu, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (22/11/2021).

Pembuat konten, kata dia, merupakan seseorang yang memiliki tanggung jawab terhadap konten-konten yang diunggah di media, dalam hal ini adalah media digital. Pembuat konten ini biasanya memiliki target jumlah penonton atau viewer khusus.

“Ada beberapa media yang menjadi bagian dari pembuat konten ini, antara lain YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, blog, infografik, hingga e-book untuk menyebarkan konten-konten yang dibuat,” ujar dia.

BACA JUGA:   Agar Tidak Sembarangan Berkomentar di Ranah Digital

Dalam pembuatan konten, kata Aprilia, seorang pembuat konten melibatkan kreativitas yang dimilikinya. Semakin unik dan original konten tersebut, maka konten-konten tersebut akan semakin menarik dan memiliki banyak peminat. Seorang pembuat konten juga berhubungan dengan marketing suatu perusahaan.

“Penting bagi yang ingin menjadi pembuat konten untuk selalu membuat strategi pemasaran konten agar dapat meningkatkan brand awareness di media sosial,” kata dia.

Aprilia mengatakan, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan agar dapat menjadi pembuat konten yang sukses, di antaranya:

  • Banyak Membaca 

Membaca menjadi kunci utama buat yang ingin menjadi pembuat konten yang sukses. Dari membaca ini akan mendapatkan banyak pengetahuan dan dari sanalah dapat banyak belajar. Jika masih malas membaca padahal ingin menjadi seorang pembuat konten, sebaiknya hilangkan mimpi tersebut dari sekarang. Tidak ada seorang pembuat konten yang sukses tanpa banyak membaca.

  • Tulis Setiap Ide yang Muncul

Tips kedua yang harus dilakukan untuk menjadi seorang pembuat konten yang sukses adalah dengan menulis setiap ide yang muncul. Ide bisa datang kapan saja dan di mana saja. Bahkan di saat-saat yang tidak pernah diduga. Jadi, untuk memanfaatkan kemunculan ide tersebut, pastikan selalu menulisnya.

  • Pahami Audien
BACA JUGA:   Janjikan Segudang Kelebihan, Digital Marketing Punya Kelemahan

Seperti halnya sebuah produk, konten juga tidak ada artinya tanpa audiens. Audiens adalah target utama pembuat konten dan menarik minat audiens menjadi tugas utama seorang pembuat konten.  Sehingga harus tahu siapa audiens yang menjadi target konten-konten, kemudian pahami apa saja kesukaan audiens tersebut. Dengan begitu akan lebih mudah membuat konten yang sesuai minat mereka.

  • Buatlah Konten yang Orisinal

Konten yang original atau memiliki ciri khas tentunya akan lebih menarik dibandingkan konten yang meniru punya orang lain. Jadi, pastikan memiliki ciri khas sendiri yang akan membedakan konten dengan konten orang lain.

  • Bangun Relasi dengan pembuat konten Lainnya

Tips selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan membangun relasi dengan pembuat konten lainnya. Ada banyak hal yang dapat dilakukan, mulai dari saling follow atau subscribe, saling berkomentar, saling memberikan masukan, ataupun saling membagikan konten.

BACA JUGA:   Karakteristik Wajib SDM MICE di Era Pandemi

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).