Digital Skill Kunci Sukses Masa Depan

Tuesday, 13 July 21 Venue
Swiss-Belhotel International Citilink

Di era ledakan digital seperti saat ini, proses belajar online merupakan salah satu siasat untuk bisa terus menumbuhkan kecakapan diri. Melalui metode pembelajaran online, maka proses pengembangan diri bisa dilakukan secara lebih efisien, hemat waktu, dan optimal terutama bagi kemampuan atau skill. Hal itu disampaikan Vivi Lutviana, Key Opinian Leader & Content Creator dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin (12/7/2021).

Era digital saat ini sangat masif dan mengalami perubahan yang luar biasa cepat, karier pekerjaan bisa terancam punah dalam beberapa tahun ke depan. Sebagai karyawan ataupun profesional alangkah baiknya jangan terlalu nyaman dengan skill yang sudah dimiliki. Apalagi jika sudah merasa mahir di bidang tersebut. Sehingga terus meningkatkan skills adalah kunci sukses masa depan.

BACA JUGA:   Kejamnya Cyberbullying

Dengan menguasai digital skill, kata Vivi, maka akan mendapatkan wawasan yang luas serta mendapatkan  rekan dan teman dari berbagai macam kalangan. “Selain itu tawaran kerjasama dari brand, pengalaman yang mahal dan materi,” ujarnya.

Menurutnya, tidak perlu merasa terlambat untuk memulai, coba saja selagi bisa tekuni dan menghasilkan. “Rezeki tak pernah salah tempat jika diberikan pada kita akan tetap milik kita tidak peduli seberapa banyak saingannya.”

BACA JUGA:   Ragam Aplikasi Untuk Kuliah Online

Ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan digital skill seperti banyak membaca dan menulis, ikuti lomba pelatihan, gabung dengan komunitas, ikuti tren, terus belajar dan ikuti info update media sosial.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Sharenting, Kelebihan dan Kekurangannya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).