Tips Mencegah Perilaku Belanja Konsumtif

Friday, 18 June 21 Venue

Kemudahan berbelanja membuat perilaku konsumtif yang memang sudah dimiliki masyarakat Indonesia semakin menjadi-jadi. Kini, barang apa pun bisa didapatkan hanya dengan menekan layar ponsel. Ketika kita tak sadar tahu-tahu uang habis, maka kita sudah terjebak dalam perilaku konsumtif.

Pemaparan tentang hidup konsumtif ini disampaikan Danis Kirana, Co-Founder Dako Brand & Communication, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (15/6/2021).

Perilaku konsumtif terjadi ketika seseorang membeli berdasarkan keinginan saja, bukan kebutuhan. Namun, hal positifnya di mata perekonomian, kegiatan belanja ini membantu pergerakan ekonomi, seperti menambah pemasukan pajak, membuka dan mempertahankan lapangan pekerjaan, menciptakan pasar, dan lainnya.

“Ciri-ciri konsumtif yaitu gengsi tinggi, membeli hanya untuk status, tidak mau ketinggalan tren, tidak bisa kontrol diri saat ada penawaran menarik. Dampak negatifnya tidak bisa mengatur dan mengendalikan diri, terjebak utang, berurusan dengan penagih utang, terjebak dalam gaya hidup materialistis, hedonisme, sehingga menghalalkan segala cara,” jelas Danis.

BACA JUGA:   Kebocoran Data Bikin Resah

Lalu, banyak yang menyalahkan mengapa brand atau marketplace memberikan penawaran menarik seperti diskon atau keuntungan lain. Memang begitulah strategi marketing. Semuanya kembali ke kontrol diri dan wawasan kita sebagai konsumen. Seharusnya ketika daya beli naik, maka literasi digital kita juga harus bertambah.

Maka masyarakat bisa memulai mengatur mindset digital. Lakukan yang bermanfaat untuk jangka pendek dan panjang. Beli yang dibutuhkan, bukan diinginkan.

Jangan lupa untuk mengubah gaya hidup konsumtif menjadi produktif. Caranya bisa dengan membuat anggaran belanja, bedakan rekening pribadi dan usaha, ketahui pemasukan total tiap bulan, buat daftar kewajiban yang harus dibayarkan, buat prioritas kebutuhan, list mana yang mendesak dan keinginan semata, serta hindari pemakaian kartu kredit untuk kepentingan konsumtif.

BACA JUGA:   Efek Negatif Medsos Bagi Kesehatan

“Saran saya belanja sesuai kebutuhan, jangan beli yang tidak ada di list prioritas apalagi yang ingin beli karena lapar mata saja. Bijak dan disiplin dalam menggunakan dompet digital, jangan lupa berbagi dengan sesama. Bikin satu hari makan di rumah atau hari tanpa belanja, sehari saja dalam seminggu nanti lama-lama terbiasa,” tutup Danis.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

BACA JUGA:   Menghadapi Cyberbullying

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).