Upaya Melindungi Data Pribadi

Thursday, 18 November 21 Venue
keamanan digital internet

Saat menggunakan internet, perlindungan data pribadi sangat penting. Perlindungan itu, kata Dr. Muharsono, Dosen Universitas Tulungagung, untuk menghindari kebocoran data dan mencegah terjadinya kejahatan siber pada era digital saat ini.

“Seperti diketahui bersama, kasus pencurian data semakin marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (17/11/2021).

Muharsono mengatakan, data pribadi di internet dapat disalahgunakan oleh penjahat siber. Data yang dicuri digunakan untuk penipuan, pembobolan kartu kredit, pencemaran nama baik, serta kejahatan lain.

“Oleh karena itu, Anda perlu memiliki dan memahami dengan baik cybersecurity yang canggih dan mengembangkannya secara kontinu agar dapat menghindari kebocoran data,” ujar dia.

Sebagai pengguna internet, kata dia, perlindungan data pribadi perlu diusahakan sebagai bentuk tanggung jawab membangun komunitas siber yang aman. Menurutnya, terdapat beberapa cara melindungi data pribadi di internet, di antaranya:

  • Gunakan Password yang Sulit Ditebak

Sebagian besar pintu masuk pencurian data dan untuk membuka akses data pribadi menggunakan nama pengguna dan password. Tidak sedikit orang yang membuat password semudah mungkin sehingga dapat ditebak orang lain. Hal ini dilakukan karena khawatir akan lupa dengan password yang dibuatnya. Inilah alasan paling banyak yang membuat kebanyakan orang membuat password yang sama dengan nama pengguna, tanggal lahir, nama anak, dan sebagainya.  

  • Pastikan Data Terenkripsi
BACA JUGA:   Serangan Siber Meningkat Selama Pandemi

Enkripsi data adalah proses yang mengubah informasi menjadi suatu format yang tidak dikenal atau tidak dapat terbaca pihak yang tidak berkepentingan. Pastikan data terenkripsi selama Anda memasukkan data penting untuk melindungi data pribadi di internet. Hati-hati dengan rasa aman di dunia maya. Jangan sampai terlena, karena kejahatan digital semakin mengkhawatirkan.

  • Waspadai Tautan Phishing

Pasti Anda pernah menjumpai informasi bohong yang dikirimkan orang lain ke grup-grup obrolan. Sering kali dalam informasi tersebut terdapat ajakan untuk klik tautan yang tercantum. Misalnya, ajakan mengisi formulir untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun situs yang disertakan bukan milik pemerintah. Untuk menghindari kebocoran data pribadi, sebaiknya berhati-hati untuk klik berbagai tautan yang belum dipastikan keamanannya. Waspadai tautan phishing yang dapat mencuri data pribadi di dalam smartphone dan perangkat komputer.

  • Hati-Hati Menggunakan Wi-fi di Tempat Umum
BACA JUGA:   Medsos, Kendaraan Marketers Bangun Komunitas Online

Wi-fi yang disediakan secara gratis di tempat umum memang sangat membantu ketika membutuhkan koneksi internet yang lancar tanpa mengeluarkan biaya langganan. Tidak ada salahnya memanfaatkan fasilitas Wi-fi yang tersedia, namun perlu tetap berhati-hati. Kadang-kadang penjahat siber menyalahgunakan jaringan Wi-fi untuk mencuri data pribadi di internet. Misalnya dengan cara membuat access point palsu yang meminta pengguna Wi-fi untuk login menggunakan informasi pribadi. Setelah login, maka penjahat siber dapat mencuri data dari perangkat yang digunakan.

  • Gunakan Mode Incognito

Jika memungkinkan, Anda dapat menggunakan mode Incognito saat berselancar di internet. Dengan menggunakan mode Incognito atau jendela penyamaran, Anda dapat menghindari kebocoran data yang mungkin terjadi. Ketika menggunakan mode Incognito, data Anda tidak terekam selama berselancar di internet. Browser tidak akan menyimpan data situs mana saja yang Anda kunjungi dan nama pengguna serta password yang digunakan. Hal ini cenderung lebih aman, terutama jika Anda menggunakan komputer milik umum.

BACA JUGA:   Jangan Main Asal Lapor Menggunakan UU ITE

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).