BerandaNewsBackpacker Pun Dikategorikan Turis Berkualitas

Backpacker Pun Dikategorikan Turis Berkualitas

Published on

spot_img

“Nanti itu trennya orang tidak akan pergi jauh-jauh untuk berwisata. Kalau pun mau ke luar negeri, paling ke negara-negara terdekat saja. Seperti contohnya, usai COVID-19 ini akan banyak orang China yang lebih memilih ke Korea untuk jalan-jalan ketimbang ke negara lainnya,” dia menjelaskan.

Hermawan berharap pemerintah tidak akan menyepelekan kekuatan wisatawan domestik dalam pariwisata Indonesia. Meskipun dianggap tidak menghasilkan devisa terlalu besar, namun kehadiran wisatawan domestik mampu menunjukkan makna quality tourism yang sesungguhnya.

BACA JUGA:  Kemenpar Catat Ada Peningkatan Pergerakan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Saat Libur Lebaran 2026

“Untuk mendapatkan quality tourism juga harus memiliki destinasi yang berkualitas. Jika sudah begitu, orang-orang di dalamnya juga akan berkualitas,” ucap pakar marketing dunia ini.

Quality tourism juga berhubungan dengan keamanan, kesehatan, dan wisata yang berkelanjutan. Dalam hal ini, faktor alam, kebudayaan, dan ekonomi lokal harus dipersiapkan semaksimal mungkin karena banyak wisatawan yang menyukai hal tersebut.

“Kita lihat backpacker, walaupun mereka tidak menghasilkan devisa terlalu besar, tetapi mereka itu termasuk turis berkualitas. Kebanyakan dari mereka itu pro terhadap alam dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Melodi Kemerdekaan 2024 Gandeng JKT48 Aransemen Ulang Lagu Daerah

Selain itu, mereka juga peduli terhadap kebudayaan dan ekonomi lokal setempat. Misalnya saja dengan menginap di homestay, membeli barang-barang lokal, mengonsumsi makanan khas lokal, hingga mengetahui lebih dalam cara pembuatan makanan dan barang-barang khas daerah tersebut.

Dengan perubahan tren dan perilaku wisatawan ini, Hermawan menyarankan agar pelaku usaha pariwisata menyiapkan faktor-faktor yang dibutuhkan tersebut. Apalagi, di masa krisis seperti ini, sudah saatnya pelaku pariwisata mempersiapkan hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk bertahan usai COVID-19 berlalu.

BACA JUGA:  Kerja Sama Epson Indonesia dan Yayasan WWF Indonesia Untuk Tingkatkan Kesadaran Dampak Konservasi di Alor 

“Turis yang menuntut hal tersebut tentu sangat potensial karena mereka rela mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan itu semua. Destinasi yang berkualitas, berarti memiliki value lebih di dalamnya. Prinsipnya adalah value apa saja yang akan mereka dapat setelah traveling. Itulah quality tourism,” jelasnya.

spot_img

BTS di JIS atau GBK? Ambisi Pramono Anung Picu Reaksi ARMY

Jakarta, Venuemagz.com - Rencana menghadirkan konser BTS di Jakarta mendadak jadi perbincangan hangat setelah...

Kenyamanan Menginap Bersama Keluarga di ‎Atria Residences Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com -- ‎Atria Residences Gading Serpong menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dan menyenangkan,...

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...

Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Jakarta, Venuemagz.com – Mengisi kursi penonton untuk konser, festival kuliner, atau event publik mungkin...

BTS di JIS atau GBK? Ambisi Pramono Anung Picu Reaksi ARMY

Jakarta, Venuemagz.com - Rencana menghadirkan konser BTS di Jakarta mendadak jadi perbincangan hangat setelah...

Kenyamanan Menginap Bersama Keluarga di ‎Atria Residences Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com -- ‎Atria Residences Gading Serpong menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dan menyenangkan,...

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...