Bantuan untuk Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Terus Digulirkan Kemenparekraf

Wednesday, 29 April 20 Harry Purnama

Dalam masa tanggap darurat COVID-19 ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah melakukan realokasi anggaran untuk meminimalisir dampak terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Adapun program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan pekerja dan pengusaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah dipetakan permasalahannya sebelumnya

“Kemenparekraf memetakan kendala yang dihadapi para pelaku parekraf di lapangan kemudian diterapkan program-program yang sifatnya jaring pengaman (safety net) untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Misalnya, penyediaan transportasi dan hotel bagi para tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 juga merupakan bentuk bantuan terhadap industri perhotelan dan transportasi agar mereka tetap bisa beroperasi dan mempekerjakan karyawannya. Pada tahap ini, Kemenparekraf telah memfasilitasi 2.059 tenaga kesehatan dengan transportasi dan akomodasi yang bekerja sama dengan puluhan hotel.

Sementara untuk membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif, Kemenparekraf menjalankan kampanye #GerakanMaskerKain dan #GerakanLaukSiapSaji.

“Karena pada akhirnya hasil masker dan lauk pauk siap saji dalam program yang dijalankan Kemenparekraf itu akan didonasikan untuk pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak. Begitu juga di gerakan #SatuDalamKopi,” kata Wishnutama.

Kemenparekraf juga secara konsisten menggulirkan program dalam payung #JagaKreativitas yang memberikan pelatihan secara daring untuk upskilling dan reskilling pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Program-program yang membantu pekerja dan pengusaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus dilakukan, termasuk memberi usulan pada kementerian/lembaga lain dalam menjaga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama.