BerandaNewsIndustri Penerbangan Indonesia Terpuruk

Industri Penerbangan Indonesia Terpuruk

Published on

spot_img

Pandemi COVID-19 membuat banyak industri kehilangan bisnisnya, tak terkecuali dengan industri penerbangan. Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mencatat penurunan bisnis ini sudah terjadi sejak awal tahun 2020 saat beberapa negara sudah terjangkit COVID-19.

“Semenjak Januari dan Februari itu sudah mulai terasa karena terdapat penghentian penerbangan dari dan ke China dan Saudi Arabia. Dari situ, sudah mulai menurun market internasional dari industri penerbangan,” kata Denon Prawiraatmaja, Ketua Umum INACA.

Belum lagi dengan pelarangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, membuat industri penerbangan semakin terpuruk. Padahal, sejak banyak negara menutup penerbangannya, anggota INACA menaruh harapan besar terhadap market domestik.

BACA JUGA:  Kembangkan MICE, Macau Beri Insentif

“Market domestik yang awalnya kita harapkan dapat membantu menggerakkan industri kami, harus mengalami decline yang sangat tajam karena COVID-19 sudah masuk ke Indonesia. Ini terjadi sekitar Maret minggu kedua,” ujarnya.

Berdasarkan data dari INACA, penurunan penumpang internasional sejak Januari hingga April 2020 sudah di angka 45 persen. Sementara itu, penurunan penumpang domestik pada periode Januari hingga April 2020 di angka 44 persen. Data tersebut diambil dari empat bandara besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya.

BACA JUGA:  BMW Indonesia Hadirkan All-new BMW 320i Sport

Denon juga menjelaskan, untuk bulan Februari 2020, industri penerbangan sudah kehilangan revenue 9 persen jika dibandingkan dengan Februari 2019. Di bulan Maret, kehilangan revenue sebesar 18 persen, dan di April kehilangan revenue sebesar 30 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Jika ditotal secara keseluruhan, kerugian yang dihasilkan dari market internasional mencapai US$749 juta dan market domestik mencapai US$812 juta. Angka tersebut merupakan catatan selama tiga bulan terakhir di tahun 2020.

Meskipun mengalami penurunan yang cukup signifikan, Denon menganggap hal ini sebagai sebuah regulasi yang harus ditaati oleh seluruh anggota INACA. Apalagi, menurutnya, dunia penerbangan merupakan industri yang padat dengan regulasi, mulai dari regulasi lokal hingga internasional. Hingga saat ini, INACA sudah memiliki 31 member yang terdiri dari 11 maskapai penerbangan komersial, 18 penerbangan charter, dan 2 penerbangan kargo.

BACA JUGA:  Ada 4.400 Kamar Hotel Baru di Jakarta dan Bali

“Saat ini pemerintah sedang concern untuk menghentikan penyebaran COVID-19 sehingga dengan saat bersamaan, banyak penerbangan yang harus dibatalkan. Kami dari INACA mencoba untuk mengikuti semua ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Denon.

spot_img
spot_img

TransJakarta Siapkan Rute Tambahan ke Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) telah siap digelar pada 11 Juni hingga...

Shenzhen Luncurkan Hotel Berbasis Robot Pertama di Dunia

Shenzhen, China, Venuemagz.com — Pudu Robotics, pemimpin global dalam robotika layanan komersial, dan Shenzhen...

Liburan Sekolah, Wisatawan ke Batam Naik 200 Persen

Singapura, Venuemagz.com — Menjelang musim liburan sekolah, data Agoda menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah...

Jakarta Fair 2026 Hadirkan Peserta Lebih Banyak dan Konser Musik Non-stop 32 Hari

Jakarta, Venuemagz.com - Pameran multiproduk terbesar, terlengkap, dan terlama di kawasan Asia Tenggara, Jakarta...

Jumlah Penumpang Pesawat Turun 60 Juta Akibat Pandemi

Denon B. Prawiraatmadja, Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA), menyebutkan bahwa pandemi...

INACA Sebut Jumlah Penumpang di Agustus 2020 Naik Signifikan

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 memberikan dampak signifikan bagi industri penerbangan....

INACA Jalankan Safe Travel Campaign Untuk Liburan Akhir Tahun

Sejak Agustus 2020, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) telah menjalankan safe travel campaign...