Batam Siap Menjadi Miniatur Indonesia

Wednesday, 20 December 17 Harry
Jembatan Barelang Batam
Foto: Dok. 123RF

Rangkaian kegiatan pariwisata mengisi hari jadi Kota Batam yang ke-188 pada 18 Desember 2017. Mengambil tema “Bhinneka Tunggal Ika”, Batam bersiap menjadi miniatur Indonesia. Beragam budaya nusantara  berpartisipasi di perhelatan ini, mulai dari tarian melayu, reog Ponorogo, debus Banten, sampai Barongsai.

Event ini semakin meriah dengan karnaval dan peragaan busana dari 34 provinsi di Indonesia. Pawai budaya ini melintasi jantung Kota Batam, jalan Fatahila di kawasan Okarina, arak-arakan berakhir di Engku Putri, lokasi puncak perayaan HUT Batam.

Tak hanya itu, pesta HUT ke-188 Batam juga menjadi pestanya masyarakat lantaran juga disajikan tak kurang 30.000 porsi kuliner gratis. Mereka bisa menikmatinya di stan-stan kuliner yang disediakan di lokasi acara.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Harap Penggunaan Kartu Vaksinasi di Destinasi Wisata Terintegrasi dengan PeduliLindungi

Tema “Bhinneka Tunggal Ika” dalam HUT Batam ini menjadi gambaran konkret bahwa Batam kota yang penuh dengan keragaman, baik suku bangsa maupun agama. Sebagai pintu perbatasan Indonesia dan Singapura, Batam memang menjadi lokasi strategis untuk mempromosikan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

H. Muhammad Rudi, Wali Kota Batam, mengatakan, karnaval ini sebagai representasi untuk menunjukkan Batam memiliki segudang potensi pariwisata melalui kekayaan budaya. Rudi optimistis Batam bisa menjadi destinasi budaya di masa depan.

Selain wisata budaya, Batam mengembangkan potensi wisata bahari untuk melengkapi amunisi destinasi wisata .”Selain wisata kota di mana selama ini sudah menyerap banyak wisman, kami juga akan mengembangkan potensi alam seperti pantai dan kekayaan laut,” ujar Rudi.

BACA JUGA:   GTA Dan TAT Meluncurkan Program Untuk Memulihkan Pariwisata Thailand

Dalam kesempatan ini, Rudi mengucapkan terima kasih atas peran Kementerian Pariwisata RI dalam seluruh rangkaian karnaval Bhinneka Tunggal Ika ini. Dia menyadari betul, pariwisata bisa menjadi tulang punggung perekonomian.

Sarana dan prasarana pendukung pariwisata telah disiapkan Pemerintah Kota Batam. Rudi berharap 2019 jalan Batam bagian timur sudah rampung. Dia berharap, penambahan infrastruktur berbanding lurus dengan kunjungan wisatawan.

“Kalau ini (jalan) sudah selesai, kami menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara bisa mencapai 1,5 juta lebih, bisa mencapai target 3 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019,” ujar Rudi.

BACA JUGA:   KTO Jakarta Ajak Masyarakat Indonesia Berwisata Secara Daring

Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, menanggapi positif inovasi Batam menuju salah satu destinasi wisata budaya di Tanah Air melalui karnaval Bhinneka Tunggal Ika.

“Batam memiliki lokasi sangat strategis. Batam bisa menjadi wilayah promosi bagi seni dan budaya nusantara,” kata Esthy.