BerandaNewsBisnis Travel Agent Anjlok, Karyawan Banyak Dirumahkan

Bisnis Travel Agent Anjlok, Karyawan Banyak Dirumahkan

Published on

spot_img

Wabah virus COVID-19 semakin membuat banyak industri menderita, termasuk pariwisata. Banyak sektor di pariwisata pun terkena imbasnya, salah satu yang terparah ialah travel agent.

Sebelumnya, pada pertengahan Maret 2020, Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) sempat mengeluarkan data terkait dampak COVID-19 terhadap seluruh anggotanya. Saat itu, ASTINDO mengungkapkan bahwa COVID-19 ini mengganggu bisnis travel agent dengan menurunkan penjualan rata-rata hingga 75 persen.

Data tersebut diolah melalui survei yang dilakukan ASTINDO pada Maret 2020 dengan mengambil sampel dari keseluruhan jumlah anggotanya. Sampel yang diambil adalah 377 travel agent dari sekitar 944 travel agent anggota ASTINDO.

BACA JUGA:  LUAR Hadirkan Furnitur Tahan Cuaca Ekstrem

“Itu survei pada bulan Maret, kalau ditanya April ini pasti akan lebih turun lagi. Saat ini penjualan travel agent sudah menurun hingga 94 persen,” kata Pauline Suharno, Sekretaris Jenderal ASTINDO saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Penurunan angka penjualan ini tentu berakibat fatal terhadap bisnis travel agent. Banyak karyawan dari travel agent yang dirumahkan karena sudah tidak ada lagi orang yang datang ke kantor mereka untuk melakukan transaksi. Permintaan pembatalan perjalanan hingga refund sedang dihadapi para travel agent di situasi seperti ini.

“Awal Maret itu karyawan yang dirumahkan hanya 25 persen, tetapi masuk bulan April ini sudah 50 persen karyawan yang dirumahkan,” ujar Pauline.

BACA JUGA:  Strategi Untuk Meningkatkan Kunjungan di Desa Wisata

Ditambah dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh pemerintah setempat, membuat banyak kantor travel agent sementara waktu ditutup. Dengan begitu, tidak akan ada aktivitas di perusahaannya sehingga membuat bisnis semakin anjlok.

“Dengan PSBB ini, banyak teman-teman dari ASTINDO yang sudah mempertimbangkan untuk pemotongan gaji karyawan lagi. Ini karena kantor mereka juga tidak boleh buka sama sekali ‘kan, daripada kena denda ratusan juta,” jelas Pauline.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno Sebut Okupansi Hotel di Bromo Turun Akibat Kebakaran

Dampak terberat dari adanya COVID-19 ini ialah banyak perusahaan travel agent yang melakukan unpaid leave (cuti tidak dibayar) tanpa batasan waktu. Bahkan, sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya karena sudah tidak ada pemasukan di bisnisnya.

“Mereka yang menawarkan PHK itu karena mikirnya kasus ini akan berkelanjutan dan tidak tahu kapan pulihnya. Karyawan yang di-PHK juga tidak bisa mendapatkan pembayaran yang full karena memang perusahaan tidak ada pemasukan sama sekali. Malahan, travel agent yang skalanya kecil tidak sanggup untuk bayar uang PHK karyawannya,” ceritanya.

spot_img
spot_img

Pekan Kesenian Bali 2026 Kembali Hadir dengan Target 1,6 Juta Pengunjung

Bali, Venuemagz.com - Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Pekan...

Jakarta Fair 2026 Tawarkan Wisata Belanja hingga Cek Kesehatan Gratis

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 telah resmi digelar pada 11 Juni...

Liburan Sekolah yang Seru dan Edukatif di Atria Hotel Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com – Menyambut musim liburan sekolah, Atria Hotel Gading Serpong menghadirkan program spesial...

Marriott International Rayakan Pembukaan Properti ke-10.000

Singapura, Venuemagz.com – Marriott International mengumumkan pembukaan properti ke-10.000 secara global, yaitu JW Marriott Ranthambore...

Menjelajah Dunia Dimulai di ASTINDO Travel Fair 2026

Tangerang, Venuemagz.com -- Pameran ASTINDO Travel Fair 2026 resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata...

Pameran Wisata Ramah Muslim Perdana Astindo Digelar di Mal Kota Kasablanka

Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) berkolaborasi dengan Bank Central Asia (BCA) Syariah menggelar pameran...

Dorong Kerja Sama Strategis Regional, MyCEB Lakukan Misi Dagang ke Indonesia

Pada 18 Januari 2024, Malaysia Convention & Exhibition Bureau (MyCEB) melakukan sejumlah misi dagang...