Jakarta, Venuemagz.com – Dyandra Event Solution (DES) memperkenalkan intellectual property (IP) event terbarunya berupa Screenverse Indonesia. Ini merupakan pameran industri film, televisi, dan konten digital yang bertujuan menghubungkan ekosistem kreatif guna mendorong kolaborasi dan inovasi di sektor audiovisual nasional.
Managing Director DES, Rachdian Nashidik, menjelaskan bahwa Screenverse dirancang sebagai platform terintegrasi lintas industri layar. Pada dasarnya, platform baru ini akan terintegrasi di industri perfilman, OTT, dan industri layar lainnya secara keseluruhan.
“Alasannya hadirnya platform ini karena banyak industri yang saat ini bekerja sendiri-sendiri dan belum tergabung dalam satu platform yang sama. Dengan adanya Screenverse ini kami berharap semua industri bisa bekerja bersama dan menghasilkan sesuatu yang lebih besar,” ungkap Rachdian.
Secara garis besar, Screenverse diharapkan mampu meningkatkan potensi pengembangan ekonomi, mendorong investasi, hingga membuka lapangan kerja. Lebih dari itu, platform ini juga bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan industri yang berkelanjutan melalui konsolidasi ekosistem kreatif nasional.
Hal ini mengacu pada data pertumbuhan pengguna OTT global yang meningkat signifikan dengan rata-rata kenaikan 250-400 juta pengguna setiap dua tahun. Sementara itu, creator economy di Asia Tenggara tumbuh stabil dan kuat dengan peningkatan nilai ekonomi US$ 2-4 miliar setiap tahun.
Melihat potensi tersebut, DES meminta dukungan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk memperkuat platform baru Screenverse. Permohonan ini disambut baik oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya yang telah menerima audiensi DES pada 19 Januari 2026 di Kantornya.
Selain Screenverse, pertemuan ini juga membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan talenta kreatif melalui Dyandra Academy. Dengan demikian, pertemuan ini menandai adanya sinergitas antara pemerintah dan pelaku industri ekonomi kreatif.
Dyandra Academy merupakan platform pembelajaran berbasis kolaborasi dengan perguruan tinggi yang berfokus pada bidang kreatif dan penyelenggaraan acara. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung sejak dini agar mahasiswa memiliki kesiapan kompetensi sebelum terjun ke industri.
Menurut Teuku Riefky, platform tersebut sejalan dengan klaster program Kementerian Ekraf dalam penguatan talenta ekonomi kreatif. Kementerian Ekraf juga mendorong agar sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dapat mempercepat lahirnya talenta unggul, memperkuat IP event nasional, serta meningkatkan daya saing subsektor audiovisual Indonesia di pasar global.
“Program tersebut dapat menjadi acuan kita untuk mengembangkan talenta karena memang Kementerian Ekraf fokus utamanya menjadi akselerator, instead of menjadi orkestrator atau inkubator,” ujar Teuku Riefky.





