Dyandra Promosindo Bersiap Menjadi EO Digital

Thursday, 18 June 20 Herry Drajat
Dyandra Media International

Menyikapi perubahan paradigma pada industri pameran akibat era kenormalan baru, Dyandra Promosindo yang memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun memilih menyelenggarakan pameran secara hibrid.

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan, “Dyandra Promosindo dengan yakin memilih penyelenggaraan secara hibrid. Sebagai basic adalah kegiatan offline yang digelar di venue, tetapi pada saat bersamaan kami lakukan secara digital.”

Hendra menambahkan, saat ini kita tidak bisa lagi mengandalkan pameran secara offline atau konvensional yang cuma mengharapkan banyaknya pengunjung. Dengan memanfaatkan teknologi digital, jangkauan pameran melebar dan bisa disaksikan oleh masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri.

“Kita tidak pernah tahu krisis COVID-19 ini sampai kapan berakhir. Sementara tujuan keikutsertaan pada pameran esensinya adalah bagaimana sebuah pameran memberi booster untuk meningkatkan penjualan,” ujar Hendra.

Sejak beberapa tahun lalu, Dyandra Promosindo sudah mempersiapkan menjadi EO digital. Misalnya, tenant yang berpartisipasi pada pameran Dyandra juga ditampilkan secara digital melalui media sosial. Selanjutnya, jika ada follower yang tertarik pada produk yang ditampilkan, akan diteruskan kepada bagian penjualan mereka.

“Hal itu menyebabkan Dyandra Promosindo dianggap oleh para tenant sebagai partnership, bukan semata-mata memungut uang sewa dari pameran,” jelas Hendra.  

Dengan menerapkan pameran secara hibrid, nantinya setiap pameran yang digelar oleh Dyandra Promosindo akan ditampilkan secara live melalui platform digital. Hendra percaya dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal pada sebuah pameran akan memudahkan pengunjung bertransaksi secara digital meskipun mereka menyaksikan pameran secara virtual dari rumah.

“Tanggung jawab kami adalah bagaimana partner yang ikut pameran bisa mencapai target penjualan, salah satunya kita boosting lewat digital,” jelas Hendra.