BerandaNewsKriteria Membangun Desa Wisata

Kriteria Membangun Desa Wisata

Published on

spot_img

Desa wisata telah menjadi salah satu tren dalam perkembangan pariwisata di Indonesia. Suatu tempat bisa menjadi destinasi wisata karena mempunyai berbagai keunggulan dan keunikan, di antaranya keunikan budaya, seni, adat istiadat, keindahan alam, dan yang lainnya.

Menurut data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dari sejumlah 74.954 desa yang menjadi tanggung jawab Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, sebanyak 1.786 desa berpotensi menjadi desa wisata.

BACA JUGA:  Pariwisata Menyejahterakan Desa

Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Bidang Kebudayaan tahun 2011-2014, mengatakan, kriteria untuk menjadi desa wisata adalah:

1. Memiliki atraksi wisata baik alam, budaya maupun buatan.

2.  Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal wisatawan dan juga dari ibu kota provinsi atau ibu kota kabupaten.

3. Besaran desa yang menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa karena mempunyai kaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.

BACA JUGA:  Kemenpar dan SMF Siapkan Skema Pembiayaan Homestay

4. Mempunyai sistem kepercayaan dan kemasyarakatan merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa.

5. Ketersediaan infrastruktur, meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, jaringan telepon, dan sebagainya.

Selanjutnya untuk mengembangkan desa wisata diperlukan kesiapan masyarakat lokal yang ditinjau dari tingkat pendidikan, pengetahuan, serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata.

BACA JUGA:  Manado Akan Miliki Politeknik Pariwisata Untuk Ciptakan SDM Berkualitas

Konsep pengembangan desa wisata mengacu pada unsur 3A, yakni atraksi sebagai daya tarik utama desa wisata, amenitas sebagai fasilitas pendukung, dan aksesibilitas yang dapat diartikan sebagai beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan ketika hendak berkunjung ke desa wisata.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk mempromosikan desa wisata agar dikenal oleh masyarakat luas sehingga wisatawan mau datang berkunjung sehingga perekonomian desa tersebut semakin berkembang.

spot_img

Ascott Brand Region Jakarta Rayakan World Art Day dengan Museum Visit

Jakarta, Venuemagz.com - Ascott Brand Region Jakarta merayakan World Art Day yang jatuh pada...

Mangkuluhur ARTOTEL Suites Jakarta & Cahaya Kaabah Umumkan Pemenang Program A Wishful Ramadan

Jakarta, Venuemagz.com -- Mangkuluhur ARTOTEL Suites Jakarta berkolaborasi dengan Cahaya Kaabah menggelar Private Media...

Peran Penting BCA dalam Memajukan Industri Pariwisata Indonesia

Bank Central Asia (BCA) tidak hanya berperan sebagai salah satu bank swasta terbesar di...

Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal terbaik di dunia. Untuk itu, Badan...

Desa Wisata Dapat Bantuan Rp120 Juta

Pandemi mendisrupsi banyak hal, tak terkecuali cara masyarakat berwisata. Dari yang gemar bertandang ke...