BerandaNewsKriteria Membangun Desa Wisata

Kriteria Membangun Desa Wisata

Published on

spot_img

Desa wisata telah menjadi salah satu tren dalam perkembangan pariwisata di Indonesia. Suatu tempat bisa menjadi destinasi wisata karena mempunyai berbagai keunggulan dan keunikan, di antaranya keunikan budaya, seni, adat istiadat, keindahan alam, dan yang lainnya.

Menurut data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dari sejumlah 74.954 desa yang menjadi tanggung jawab Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, sebanyak 1.786 desa berpotensi menjadi desa wisata.

BACA JUGA:  Dyandra Media International Targetkan Pendapatan Tumbuh 20 Persen pada 2023

Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Bidang Kebudayaan tahun 2011-2014, mengatakan, kriteria untuk menjadi desa wisata adalah:

1. Memiliki atraksi wisata baik alam, budaya maupun buatan.

2.  Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal wisatawan dan juga dari ibu kota provinsi atau ibu kota kabupaten.

3. Besaran desa yang menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa karena mempunyai kaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.

BACA JUGA:  Berkunjung Ke Borobudur Tak Lengkap Tanpa Mengunjungi Desa Wisata Ini

4. Mempunyai sistem kepercayaan dan kemasyarakatan merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa.

5. Ketersediaan infrastruktur, meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, jaringan telepon, dan sebagainya.

Selanjutnya untuk mengembangkan desa wisata diperlukan kesiapan masyarakat lokal yang ditinjau dari tingkat pendidikan, pengetahuan, serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata.

BACA JUGA:  Kementerian Pariwisata Targetkan 100.000 Homestay Desa Wisata

Konsep pengembangan desa wisata mengacu pada unsur 3A, yakni atraksi sebagai daya tarik utama desa wisata, amenitas sebagai fasilitas pendukung, dan aksesibilitas yang dapat diartikan sebagai beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan ketika hendak berkunjung ke desa wisata.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk mempromosikan desa wisata agar dikenal oleh masyarakat luas sehingga wisatawan mau datang berkunjung sehingga perekonomian desa tersebut semakin berkembang.

spot_img
spot_img

Indonesia Kebanjiran Turis Malaysia, Ada Alarm Ekonomi di Baliknya?

Jakarta, Venuemagz.com - Gelombang wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan...

Perluas Jaringan, BATIQA Hotel Hadir di Lampung

Lampung, Venuemagz.com — BATIQA Hotel Manajemen resmi menandatangani kerja sama pengelolaan hotel dengan Adora...

AYANA Bali Hadirkan Fasilitas MICE Baru Berskala Besar 

Bali, Venuemagz.com - AYANA Bali bersiap mengukir sejarah baru dalam industri event nasional maupun...

IIMS Surabaya 2026 Resmi Berakhir, Dyandra Optimis Industri Otomotif Tumbuh Merata 

Surabaya, Venuemagz.com – Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 resmi berakhir pada 31 Mei...

Peran Penting BCA dalam Memajukan Industri Pariwisata Indonesia

Bank Central Asia (BCA) tidak hanya berperan sebagai salah satu bank swasta terbesar di...

Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal terbaik di dunia. Untuk itu, Badan...

Desa Wisata Dapat Bantuan Rp120 Juta

Pandemi mendisrupsi banyak hal, tak terkecuali cara masyarakat berwisata. Dari yang gemar bertandang ke...