Happy Salma: SDM Pariwisata Bali Harus Bisa Berbahasa Inggris

Saturday, 18 May 19 Nila Sofianty

Bali masih menjadi magnet besar pariwisata Indonesia untuk mendatangkan turis lokal maupun mancanegara dengan keindahan alam dan keunikan ragam adat istiadat dan budayanya. Seiring berjalannya waktu, pariwisata Bali juga semakin berkembang dari segi kuantitas destinasi wisatanya dan fasilitas penunjangnya, terutama hotel.

Meski rasanya turis yang datang ke Bali tak habis-habis untuk mengagumi keunikan pariwisata Bali, tapi tetap saja pariwisata Bali perlu dijaga agar terus berkesinambungan. Hal tersebut diungkapkan oleh Happy Salma, artis seni peran yang sudah hampir 10 tahun menetap di Bali.

Happy mengatakan, dengan semakin berkembangnya pariwisata, sepatutnya diseimbangkan dengan kekuatan kita semua menjaga keseimbangan alam dan budaya serta adat istiadatnya.

“Kita semua seharusnya menjaga keseimbangan pariwisata Bali agar terus menjadi pariwisata berkesinambungan, menjaga keseimbangan kemajuan ini dengan alam tetap menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat,” ujar Happy Salma.

Menurut Happy, pembangunan hotel baru yang bertumbuh terus di Bali juga harus diperhatikan dalam upaya menjaga keseimbangan dengan alam di Bali. “Kemajuan itu memang memberi kemudahan. Namun, jika kemajuan besar di satu sisi tapi membuat kerusakan di sisi lain kan juga tidak baik. Bayangkan kalau Bali diisi dengan tempat usaha semua? Padahal alam Bali begitu indah,” ujar Happy.

Happy menambahkan, bangunan-bangunan modern di luar negeri banyak juga yang lebih bagus. Untuk itu, keunikan Bali serta keindahan alam dan budayanyalah yang membuat turis ingin kembali melihat Bali.

Happy juga menuturkan bahwa banyak upaya lain agar para turis semakin banyak datang ke Bali, salah satunya adalah dengan meningkatkan SDM pariwisata yang tahu dan mampu menjelaskan dengan benar filosofi budaya Bali kepada para turis dan mampu bersaing di dunia internasional. Salah satunya upayanya adalah dengan kemampuan berbahasa asing.

“Bahasa Inggris itu penting sekali dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pariwisata dan seni peran yang saya geluti,” tuturnya. “Bahasa Inggris akan menjadi bahasa penghubung antar-warga dunia.”

Dia lalu mencontohkan bahwa dirinya pernah menjadi juri pemilihan talenta muda dalam dunia akting untuk dikirim ke luar negeri. Dan prosesnya dia menilai banyak sekali talenta muda yang sangat mumpuni dalam dunia akting, tapi tidak banyak yang fasih berbahasa Inggris. Sehingga meski pandai berakting tapi karena kemampuan bahasa Inggris kurang, maka batal mengembangkan kariernya di luar negeri.

“Keterbukaan kerja sama dengan negara lain sekarang ini juga terbuka lebar. Kalau seseorang bisa berbahasa asing dengan baik maka akan terbuka peluang untuk kerja sama,” ujar Happy.

Sebagai salah satu upaya untuk mendukung hal tersebut, EF English First meluncurkan program baru EF Holiday Academy, yang merupakan program khusus yang memberikan pengembangan karakter anak dan kemampuan literasi dini yang lebih percaya diri dalam berbahasa Inggris. Selain itu, EF Holiday Academy menyediakan berbagai macam kebutuhan dasar untuk memahami dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, seperti Storytellers, Phonic, Reading Science, Writer Guild, dan On Stage yang telah disesuaikan dengan umur anak.