INACA Sebut Jumlah Penumpang di Agustus 2020 Naik Signifikan

Wednesday, 07 October 20 Bonita Ningsih
Bandara Gusti Ngurah Rai
Foto: Venuemagz/Erwin

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 memberikan dampak signifikan bagi industri penerbangan. Adanya pembatasan pergerakan di setiap daerah serta larangan untuk ke luar rumah menjadi faktor utama menurunnya bisnis maskapai penerbangan di Indonesia.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mencatat bahwa penurunan jumlah penumpang sudah mulai terasa sejak Februari menuju ke Maret 2020. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

“Kalau dilihat, di bulan Mei itu jumlah pergerakannya hanya ada sekitar 50.000 penumpang. Ini terjadi karena saat itu pemerintah mengimbau agar masyarakat untuk tidak mudik melalui peraturan menteri tersebut,” ungkap Denon Prawiraatmadja, Ketua Umum INACA.

Namun, menurutnya, pada Juni 2020 pemerintah mulai melonggarkan aturan tersebut untuk membangkitkan kembali kegiatan ekonomi dan pariwisata di Indonesia. Pasalnya, sebagai negara kepulauan, banyak kegiatan pariwisata yang hanya dapat ditopang dari peran transportasi udara.

“Kegiatan penerbangan ini bukan hanya sekadar membantu penyebaran logistik dan kegiatan sosial, tetapi ada kegiatan ekonomi dan pariwisata yang ditopang di sini,” dia menambahkan.

Oleh karenanya, pada Juni 2020 tercatat ada sekitar 800.000 penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang. Menurutnya, angka tersebut semakin meningkat di bulan-bulan selanjutnya dan mencapai peningkatan yang signifikan di bulan Agustus 2020.

“Pada Juli dan Agustus itu terjadi pergerakan penumpang yang cukup meningkat, yaitu kisaran 2,5 juta orang setiap bulannya. Sedangkan, untuk pergerakan pesawatnya di bulan Juli Agustus itu mencapai 79.000 pergerakan,” jelas Denon.

Meskipun mengalami peningkatan yang signifikan, menurutnya, angka tersebut masih jauh di bawah perolehan pada bulan yang sama di tahun 2019. Menurutnya, pada tahun lalu, jumlah pergerakan penumpang dapat mencapai 8 juta hingga 9 juta orang setiap bulannya, atau lebih banyak 40 persen dari perolehan penumpang di Agustus 2020.

Oleh sebab itu, di semester dua ini ia berharap agar jumlah penumpang di maskapai penerbangan dapat stabil di angka 2 hingga 3 juta setiap bulannya. Untuk mempertahankan jumlah tersebut, INACA akan terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Kalau sampai akhir tahun jumlah penumpangnya masih sama setiap bulannya, angka tersebut juga belum mampu mengalahkan pergerakan penumpang di 2019 yang mencapai 91 juta penumpang. Artinya, di tahun ini, pencapaian kita belum sampai 50 persen dari pencapaian tahun lalu,” ucapnya lagi.