Indonesia dan Uni Emirat Arab Kerja Sama di Bidang Ekonomi Kreatif

Monday, 08 March 21 Bonita Ningsih

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sepakat melakukan kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA). Kerja sama ini berupa pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di subsektor arsitektur, fesyen, desain, seni rupa, dan publikasi.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dengan Menteri Kebudayaan dan Pemuda UEA Noura bint Mohammed Al Kaabi yang diselenggarakan secara hybrid pada 5 Maret 2021 di Manado dan Abu Dhabi.

Penandatanganan MoU dilakukan dalam acara “Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021” di Jakarta yang diinisiasi oleh KBRI Abu Dhabi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan berbagai kementerian/lembaga terkait. Acara ini digelar sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara tersebut.

“Saya yakin bahwa ikatan bilateral Indonesia-Uni Emirat Arab akan semakin kuat karena adanya perjanjian G-to-G ini. Beberapa perjanjian telah kami tanda tangani, dua di antaranya adalah kerja sama di bidang ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.

BACA JUGA:   PATA Berikan Pelatihan Pariwisata Gratis

Pembahasan MoU ekraf telah dirintis sejak penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 di Bali. Acara ini merupakan konferensi pertama tingkat dunia di bidang ekonomi kreatif yang diinisiasi oleh Indonesia. Perjanjian ini sebagai bentuk payung hukum penyelenggaraan WCCE kedua di Dubai yang direncanakan berlangsung pada Desember 2021 dan merupakan rangkaian World Expo 2021.

Sandiaga juga mengatakan bahwa perjanjian ini tidak hanya sebagai payung hukum, tetapi sekaligus membuktikan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperluas kerja sama di bidang lainnya, seperti arsitektur, fashion, desain, seni rupa, dan publikasi.

“Indonesia selaku pionir penyelenggaraan WCCE merasa bangga atas rencana UEA untuk menyelenggarakan WCCE berikutnya di Dubai. Oleh karena itu, baik MoU maupun Technical Arrangement dokumen WCCE sebagai momentum yang pas dengan situasi saat ini,” jelasnya lagi.

Pelaksanaan WCCE 2021 akan mengusung semangat Inclusively Creative, yang mana ekonomi kreatif mendobrak semua batas lokasi geografis, modal, gender, dan kendala konvensional lainnya. Semangat ini juga didukung oleh Sandiaga Uno karena relevan dengan semua tantangan dan peluang di situasi pandemi global saat ini dan seterusnya.

BACA JUGA:   Korea Selatan Bebas MERS!

“Saya optimistis ekonomi kreatif akan memimpin dan menawarkan berbagai solusi kepada kita dalam beradaptasi dengan dunia baru ini. Dalam hal ini, kaitannya erat dengan terakselerasinya digitalisasi,” ucap Sandiaga.

Sandiaga juga berharap akan adanya kerja sama lanjutan antara Kemenparekraf dengan Ministry of Culture and Youth UEA untuk melaksanakan MoU, bertukar pikiran, dan melaksanakan program yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.

“Saya mendoakan setiap kesuksesan acara ini dan saya berharap untuk menyaksikan penyelenggaraan WCCE 2021 yang sukses di Dubai,” ujarnya.

Penyelenggaraan WCCE 2021 juga bertepatan dengan peringatan International Year of Creative Economy 2021 (IYoCE 2021) yang merupakan inisiasi Indonesia dan disepakati sebagai Resolusi PBB pada tahun 2019. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia ingin menekankan peran penting ekonomi kreatif dalam mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan.

Noura Bint Mohammed Al Kaabi mengatakan, Uni Emirat Arab dan Indonesia merupakan contoh dari keberagaman agama, budaya, toleransi, dan moderasi. Dengan adanya nilai-nilai tersebut, lebih memudahkan untuk menjalin kerja sama dan mencapai sebuah kepentingan bersama. Dalam hal ini, berkaitan erat dengan ekonomi kreatif yang menjadi pilar dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

BACA JUGA:   Perputaran Uang di Sektor Parekraf selama Libur Lebaran Mencapai Rp369,8 Triliun

“Sebagaimana saat ini dunia sedang menghadapi situasi yang menantang karena adanya pandemi COVID-19, oleh karena itu, kita perlu mengubah tantangan tersebut menjadi peluang untuk inovasi,” ungkapnya.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis, optimistis bahwa MoU ini akan membuka banyak kesempatan untuk saling bertukar ide dan pengalaman untuk industri kreatif di kedua negara. Husin juga yakin bahwa Indonesia dan UAE dapat memainkan peran yang lebih untuk pemulihan ekonomi melalui ekonomi kreatif.