Kasus Covid-19 Mulai Membaik, Colliers Prediksi Pembangunan Akomodasi di Bali Kembali Tumbuh

Friday, 08 April 22 Bonita Ningsih
Royal Kamuela Ubud

Penanganan kasus Covid-19 di Indonesia dinilai semakin membaik seiring dengan penerapan protokol kesehatan dari berbagai pihak. Dengan adanya kondisi tersebut, pemerintah pun mulai melonggarkan aturan pembatasan masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah membuka kembali penerbangan internasional ke beberapa wilayah Indonesia yang dimulai dari Bali pada 4 Februari 2022. Bahkan, beberapa rute penerbangan langsung yang datang ke Bali juga sudah mulai beroperasi seperti kondisi semula sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini, pemerintah juga telah memperbarui pedoman pelaksanaan perjalanan internasional khususnya saat menggunakan transportasi udara ke Bali. Beberapa aturan yang telah ditetapkan berupa penyertaan sertifikat vaksinasi lengkap, kebijakan relaksasi karantina, hingga aturan visa on arrival.

Dengan adanya pelonggaran aturan tersebut, pariwisata di Bali mulai kembali bangkit dan menggerakan perekonomian daerah. Tingkat hunian hotel di Bali yang pada awal pandemi Covid-19 hanya menyentuh angka 5 persen saja, saat ini sudah kembali tumbuh di angka 40 persen. Data tersebut berdasarkan hasil survei dari Colliers Indonesia pada akhir tahun 2021. 

BACA JUGA:   Ngabuburit Bersama Satwa Ada di Royal Safari Garden

Tidak hanya tingkat hunian yang membaik, Colliers Indonesia, mencatat pada tahun ini akan ada pergerakan pembangunan dari segi akomodasi penginapan. Pergerakan pembangunan dilakukan dari yang sudah ada maupun yang baru dimulai. 

Beberapa daerah seperti Canggu hingga Tabanan akan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata. Mulai dari villa, homestay, hingga restoran akan terus tumbuh di wilayah-wilayah tersebut. 

BACA JUGA:   PHMHOTELS dan BARTEGA Studio Hadirkan AM Virtual Painting Workshop

Daerah lainnya yang juga akan mengalami pertumbuhan pembangunan adalah Ubud, Karangasem, hingga Lovina. Pertumbuhan tersebut seiring dengan perkembangan positif terhadap kedatangan pengunjung ke wilayah Bali.

Satria Wei, Head of Hospitality Services Colliers Indonesia, mengatakan bahwa pertumbuhan pembangunan di kawasan tersebut terjadi karena beberapa faktor di dalamnya. Misalnya saja harga tanah yang masih relatif terjangkau hingga infrastruktur yang semakin membaik.

Dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia akan mulai membangun jalan tol Gilimanuk-Mengwi untuk meningkatkan infrastruktur di sana. Selain itu, pemerintah juga berencana akan membangun bandara udara baru di Bali Utara di masa mendatang. 

Dengan demikian, pemerintah telah menunjukkan niat baiknya untuk mendistribusikan infrastruktur secara merata dan menargetkan penyebaran wisatawan ke Bali yang lebih luas. Semua rencana dan perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi investor dan pengembang yang ingin melakukan pembangunan akomodasi penginapan di Bali.

BACA JUGA:   Usai Renovasi, Novotel Bali Benoa Tawarkan Fasilitas dan Kegiatan Menarik

“Colliers berpendapat sektor perhotelan di Bali terlihat optimistis dan akan terus bergerak ke arah yang positif. Dengan begitu diharapkan properti perhotelan di Bali juga dapat menunjukkan peningkatan ke depannya,” ujarnya.