Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berkomitmen untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara khususnya Australia ke Indonesia. Hal tersebut diutarakan Sandiaga sesaat setelah melakukan kunjungan kerja ke Australia pada tanggal 5-10 April 2022 silam.
“Ini merupakan kunjungan kerja pertama saya ke luar negeri saat menjabat sebagai Menteri. Saya pilih Australia karena ternyata wisatawan Australia yang memuncaki dari jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia,” ungkap Sandiaga saat Weekly Press Briefing Kemenparekraf pada 11 April 2022.
Selain memberikan apresiasi, tujuan Sandiaga melakukan kunjungan kerja ke Australia dalam rangka mengembalikan kepercayaan pasar Australia terhadap Indonesia. Hal ini menyusul dengan pelonggaran kebijakan perjalanan luar negeri secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan sejak Maret 2022 silam.
“Saat ini kami sudah mulai membebaskan beberapa ketentuan bagi para pelaku perjalanan luar negeri. Jadinya, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia bisa lebih leluasa berkegiatan pariwisata di sini dan kami akan mendorong kebangkitan sektor dan pemulihan ekonomi kita,” ucapnya lagi.
Selama melakukan kunjungan kerja, Menparekraf, telah melakukan beberapa kegiatan yang berdampak signifikan terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Misalnya saja pertemuan bilateral antara kedua negara, bursa pariwisata dan ekonomi kreatif seperti sport tourism, hingga bertemu dengan pelaku kuliner di Australia.
“Dari sana, kami mengetahui bahwa minat masyarakat Australia terhadap destinasi Indonesia khususnya Bali sangat sangat besar. Bahkan, mereka menganggap Bali sebagai rumah kedua mereka,” Sandiaga menambahkan.
Mengetahui kabar tersebut, Sandiaga, langsung menargetkan 1,4 juta wisatawan asal Australia untuk datang ke Indonesia. Pihaknya juga berharap wisatawan yang berkunjung ke Indonesia adalah wisatawan berkualitas dan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah setempat.
“Jika 1,4 juta ingin dicapai maka dibutuhkan kolaborasi yang sangat masif dari segala bidang. Dalam hal ini, kita menyebutkan kolaborasi yang kolosal karena kita perlu menghadirkan penerbangan lebih banyak, produk-produk wisata lebih dikenal, hingga pelayanan mumpuni,” jelasnya lagi.




