BerandaNewsKemenko Maritim Targetkan Labuan Bajo Dikunjungi 500.000 Wisman

Kemenko Maritim Targetkan Labuan Bajo Dikunjungi 500.000 Wisman

Published on

spot_img
spot_img

Kementerian Koordinator Kemaritiman menargetkan 500.000 wisatawan mancanegara berkunjung ke Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2019. Sebab, Labuan Bajo memiliki potensi alam yang sangat baik, karena itu diharapkan dapat mendorong peningkatan industri pariwisata Indonesia. 

Demi meningkatkan pengembangan industri pariwisata di Labuan Bajo, Bambang Susanto Priyohadi, Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Regional Kemenko Maritim, menyatakan, saat ini Kemenko Maritim berupaya mencari solusi permasalahan yang ada di Labuan Bajo. Permasalahan mendasar yang dialami Labuan Bajo salah satunya ialah diving guide atau operator pariwisata dilakukan oleh orang asing, dan lebih disayangkan banyak yang ilegal. Permasalahan yang lain adalah Labuan Bajo tidak memiliki sistem tata ruang yang detail.

BACA JUGA:  Wishnutama Minta Pelaku Parekraf Tetap Produktif Meski PSBB

“Sangat disayangkan bahwa banyak orang asing yang lebih sadar untuk menjaga kebersihan alam yang kita miliki, seharusnya kita yang harus lebih sadar untuk melakukan itu. Kami selalu peka terhadap lingkungan yang ada di Labuan Bajo, dan kami mencoba mencari daerah yang lebih luas untuk menjadikannya area khusus pariwisata. Lokasi tersebut ada di sebelah selatan, sekitar 1.000 hektare. Tujuannya agar turis asing merasa senang dalam menikmati liburan,” kata Bambang.

BACA JUGA:  Panorama Perluas Distribusi Melalui PanoramaGO

Bambang menambahkan, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Komodo. Pembangunan yang difokuskan oleh pemerintah ialah kawasan Labuan Bajo. Sebaliknya, untuk Pulau Komodo diharapkan tidak ada pembangunan yang dilakukan, tujuannya untuk melindungi Taman Nasional Komodo.

“Pembangunan di Pulau Komodo harus dihentikan. Ini adalah kawasan konservasi yang harus dijaga dan memberikan ruang yang luas bagi binatang langka seperti komodo. Kalau banyak pembangunan, Komodonya pada kabur,” kata Bambang.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pariwisata Makau, SJM Resort Luncurkan Grand Lisboa Palace Art Gallery

Bambang menyebutkan, pada 2015, Labuan Bajo dikunjungi sekitar 91.000 wisman.

Penulis: Ahmad Baihaki

spot_img

ICC Sydney Luncurkan Quiet Room untuk Dukung Aksesibilitas dan Inklusi

Sydney, Venuemagz.com -- International Convention Centre Sydney (ICC Sydney), yang dikelola oleh Legends Global,...

Dubai Beri Penghargaan kepada 237 Hotel dalam Program Dubai Sustainable Tourism Stamp 2026

DUBAI, Venuemagz.com – Dubai Department of Economy and Tourism (DET) memberikan penghargaan kepada 237...

Efisiensi Fiskal Menekan, Hotel di Jakarta Transformasi Sebagai Destinasi Lifestyle 

Jakarta, Venuemagz.com - Selama ini, bisnis perhotelan di Jakarta sangat bergantung pada acara pemerintahan...

Hotel Jakarta dan Bali Masuki Model Bisnis Baru, Geser Fokus Okupansi ke Pengalaman Berkualitas

Jakarta, Venuemagz.com - Industri perhotelan di Indonesia kini tengah memasuki fase pertumbuhan baru. Berdasarkan...

ICC Sydney Luncurkan Quiet Room untuk Dukung Aksesibilitas dan Inklusi

Sydney, Venuemagz.com -- International Convention Centre Sydney (ICC Sydney), yang dikelola oleh Legends Global,...

Dubai Beri Penghargaan kepada 237 Hotel dalam Program Dubai Sustainable Tourism Stamp 2026

DUBAI, Venuemagz.com – Dubai Department of Economy and Tourism (DET) memberikan penghargaan kepada 237...

Efisiensi Fiskal Menekan, Hotel di Jakarta Transformasi Sebagai Destinasi Lifestyle 

Jakarta, Venuemagz.com - Selama ini, bisnis perhotelan di Jakarta sangat bergantung pada acara pemerintahan...