Kemenparekraf Berikan Rp100 Miliar Untuk 7 Sektor Usaha

Friday, 12 March 21 Bonita Ningsih

Pemberian vaksin COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan yang ketat diharapkan dapat kembali memulihkan sektor pariwisata Tanah Air. Dengan begitu, diharapkan sektor pariwisata dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia pasca-pandemi.

Hermawan Kartajaya, Founder dan Chairman MarkPlus Tourism, mengatakan bahwa pariwisata memiliki potensi yang kuat untuk membangkitkan perekonomian negara. Pasalnya, jika dilihat berdasarkan data yang diterima, peringkat pariwisata Indonesia terus mengalami peningkatan di tingkat internasional.

“Memasuki tahun 2021 hingga 2022 mendatang, sektor pariwisata Indonesia ini telah memasuki masa recovery. Di masa ini, Bali telah menjadi destinasi pilihan pertama yang akan dikunjungi oleh wisatawan dunia,” ungkap Hermawan saat hadir di acara The 6th Strategic Discussion: Redefining Sustainable Tourism Roadmap secara virtual beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Genjot Program Sertifikasi Indonesia Care Berbasis CHSE

Melihat peluang tersebut, Hermawan meminta pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait untuk mempersiapkan hal-hal terbaik bagi pariwisata Indonesia. Tidak hanya sekadar menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) saja, tetapi juga program pendukung lainnya agar pariwisata dapat menjadi unggulan di dalam negeri maupun internasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mempersiapkan kebijakan di bidang ekonomi kreatif untuk merespons pandemi COVID-19. Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjelaskan, ada tiga kebijakan yang telah dibuat, yakni mengelola krisis dan mitigasi dampak pandemi, melakukan percepatan dan stimulus pemulihan, serta menciptakan nilai tambah di hari esok.

BACA JUGA:   Nussa Ajak Penonton Kembali Ke Bioskop

“Langkah konkret yang kami lakukan adalah dengan melakukan peningkatan akses pembiayaan untuk pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.

Dalam hal ini, Kemenparekraf telah memiliki target penyaluran pendanaan sebesar Rp100 miliar selama tahun 2021 kepada tujuh sektor utama, yaitu kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, pengembang permainan, film, animasi, dan video, serta pariwisata, khususnya untuk usaha.

“Tahun ini Pak Presiden (Joko Widodo) memang telah minta untuk ditambah agar ada pemanfaatan dana stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional. Hampir semua ekosistem parekraf kita sentuh dengan program ini agar mereka dapat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Sandi.

BACA JUGA:   Pariwisata China Diprediksi Kembali Tumbuh pada 2024

Peningkatan akses pembiayaan akan dilakukan dengan program matchmaking atau membuka akses dengan cara temu bisnis. Kemenparekraf akan mempertemukan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang membutuhkan kebutuhan pembiayaan dengan alternatif sumber pembiayaan dari lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan. Tujuannya agar pelaku parekraf memiliki kesempatan untuk memperoleh pembiayaan dalam mengembangkan usahanya.