BerandaNewsPelaku Ekraf di Desa Wisata Diminta Untuk Melek Digitalisasi

Pelaku Ekraf di Desa Wisata Diminta Untuk Melek Digitalisasi

Published on

spot_img

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengungkapkan akan fokus menggarap desa wisata yang tengah berkembang di Indonesia. Saat ini, sudah ada 244 desa wisata di seluruh Indonesia yang sedang dikembangkan, dan targetnya akan ditingkatkan menjadi desa wisata mandiri.

“Kalau di total, Indonesia telah memiliki lebih dari 75.000 desa wisata yang tersebar di seluruh wilayah. Namun, sekarang kita fokuskan di desa wisata yang telah berkembang dulu. Kuncinya itu dengan adanya keseimbangan antara manfaat ekonomi, pelestarian budaya, dan juga alam sekitar desa,” jelas Sandiaga saat menghadiri acara The 6th Strategic Discussion: Redefining Sustainable Tourism Roadmap secara virtual beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Dorong Perempuan Menjadi Local Champion di Desa Wisata

Berbagai cara tengah digenjot Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mempromosikan kehadiran 244 desa wisata yang tengah berkembang di Indonesia, salah satu caranya adalah dengan mengajak para pelaku ekonomi kreatif dari desa wisata untuk memahami pentingnya digitalisasi.

“Para pelaku UMKM di desa wisata harus melek digital. Di sini, kami akan melakukan lebih banyak inisiasi agar para UMKM dapat bergabung ke dalam ekosistem digital atau e-commerce,” kata Sandiaga.

BACA JUGA:  Apresiasi Pendamping Desa Wisata

Kemenparekraf akan melakukan pengenalan dan pendampingan mengenai e-commerce bagi para pelaku ekonomi kreatif yang berada di desa wisata. Pendampingan ini dikhususkan bagi desa wisata yang sudah memiliki koneksi internet cukup baik agar lebih mudah menjalankan prosesnya.

“Saya yakin, untuk memulai ini semua tidak hanya cukup dengan pelatihan, tetapi harus ada pendampingan yang all out. Kita juga akan memastikan, mereka semua akan memiliki akses terhadap pasar, akses permodalan, dan juga akses untuk scale up,” ucap Sandiaga lagi.

BACA JUGA:  Peran Penting BCA dalam Memajukan Industri Pariwisata Indonesia

Sandiaga menilai, pengembangan desa wisata memiliki dampak yang cukup besar bagi kelangsungan ekonomi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, seluruh pihak yang terkait di desa wisata harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Hal ini untuk lebih meyakinkan para wisatawan bahwa berkunjung ke desa wisata itu aman dan nyaman.

“Mari kita bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mulai onboarding digitalisasi dan menjaga protokol kesehatan dengan baik,” ujar Sandiaga.

spot_img
spot_img

Paviliun Kemenperin Hadir di Halal Indo 2026 dan Siap Fasilitasi 182 Industri 

Jakarta, Venuemagz.com - Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) akan kembali hadir untuk...

Halal Indo 2026 Hadir Lebih Masif dengan Perluas Area Pameran

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) bersama Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan Halal...

Sambut Hari Jadi Jakarta ke-499, 17 Archipelago Hotels di Jakarta Ajak Wisatawan Menikmati Jakarta Lebih Dekat

Jakarta, Venuemagz.com -- Hampir lima abad sejak berdiri, Jakarta telah bertransformasi menjadi salah satu...

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

Peran Penting BCA dalam Memajukan Industri Pariwisata Indonesia

Bank Central Asia (BCA) tidak hanya berperan sebagai salah satu bank swasta terbesar di...

Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal terbaik di dunia. Untuk itu, Badan...

Desa Wisata Dapat Bantuan Rp120 Juta

Pandemi mendisrupsi banyak hal, tak terkecuali cara masyarakat berwisata. Dari yang gemar bertandang ke...