Pelaku Ekraf di Desa Wisata Diminta Untuk Melek Digitalisasi

Friday, 12 March 21 Bonita Ningsih
Kegiatan di desa wisata

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengungkapkan akan fokus menggarap desa wisata yang tengah berkembang di Indonesia. Saat ini, sudah ada 244 desa wisata di seluruh Indonesia yang sedang dikembangkan, dan targetnya akan ditingkatkan menjadi desa wisata mandiri.

“Kalau di total, Indonesia telah memiliki lebih dari 75.000 desa wisata yang tersebar di seluruh wilayah. Namun, sekarang kita fokuskan di desa wisata yang telah berkembang dulu. Kuncinya itu dengan adanya keseimbangan antara manfaat ekonomi, pelestarian budaya, dan juga alam sekitar desa,” jelas Sandiaga saat menghadiri acara The 6th Strategic Discussion: Redefining Sustainable Tourism Roadmap secara virtual beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:   AELI Mengembangkan Experiential Tourism di Desa Wisata

Berbagai cara tengah digenjot Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mempromosikan kehadiran 244 desa wisata yang tengah berkembang di Indonesia, salah satu caranya adalah dengan mengajak para pelaku ekonomi kreatif dari desa wisata untuk memahami pentingnya digitalisasi.

“Para pelaku UMKM di desa wisata harus melek digital. Di sini, kami akan melakukan lebih banyak inisiasi agar para UMKM dapat bergabung ke dalam ekosistem digital atau e-commerce,” kata Sandiaga.

Kemenparekraf akan melakukan pengenalan dan pendampingan mengenai e-commerce bagi para pelaku ekonomi kreatif yang berada di desa wisata. Pendampingan ini dikhususkan bagi desa wisata yang sudah memiliki koneksi internet cukup baik agar lebih mudah menjalankan prosesnya.

BACA JUGA:   Kementerian Pariwisata Targetkan 100.000 Homestay Desa Wisata

“Saya yakin, untuk memulai ini semua tidak hanya cukup dengan pelatihan, tetapi harus ada pendampingan yang all out. Kita juga akan memastikan, mereka semua akan memiliki akses terhadap pasar, akses permodalan, dan juga akses untuk scale up,” ucap Sandiaga lagi.

Sandiaga menilai, pengembangan desa wisata memiliki dampak yang cukup besar bagi kelangsungan ekonomi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, seluruh pihak yang terkait di desa wisata harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Hal ini untuk lebih meyakinkan para wisatawan bahwa berkunjung ke desa wisata itu aman dan nyaman.

BACA JUGA:   Pariwisata Menyejahterakan Desa

“Mari kita bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mulai onboarding digitalisasi dan menjaga protokol kesehatan dengan baik,” ujar Sandiaga.