Kemenparekraf Siap Uji Coba Travel Corridor Arrangement di Bali

Thursday, 18 March 21 Bonita Ningsih

Keinginan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menghadirkan Travel Corridor Arrangement atau Free Covid Corridor (FCC) di Bali semakin terbuka lebar. Hal ini dapat terjadi lantaran pemerintah tengah menggenjot program vaksinasi COVID-19 di Provinsi Bali.

Travel Corridor Arrangement merupakan program pembukaan pariwisata dengan merujuk tingkat penularan COVID-19 di suatu daerah. Pembahasan secara mendalam terkait program ini dilakukan melalui rapat koordinasi (rakor) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pada 17 Maret 2021. Rakor ini membahas terkait perluasan Travel Corridor Arrangement untuk sektor pariwisata yang memungkinkan kunjungan kembali wisatawan mancanegara (wisman).

Rakor ini digelar setelah Presiden Joko Widodo meminta Sandiaga untuk segera melakukan berbagai upaya untuk memulihkan sektor pariwisata, khususnya di bali. Bagaimana implementasi yang tepat agar pariwisata di Bali dapat menerima kembali wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

BACA JUGA:   Pasca-pandemi, Destinasi Berkelanjutan akan Jadi Primadona

“Ini adalah bentuk komitmen kami dari Kemenparekraf untuk menindaklanjuti guidance yang disampaikan oleh Presiden kemarin. Pak Presiden minta ini semua dapat dilakukan pada pertengahan Juni atau Juli 2021 dengan berbagai persyaratan,” jelas Sandiaga.

Untuk menjalankan program ini, dibutuhkan berbagai persyaratan, seperti angka COVID-19 yang terkendali, peningkatan kepatuhan protokol kesehatan, serta peningkatan dan penguatan dari testing, serta tracing and treatment. Sandiaga juga menargetkan dapat melakukan vaksinasi untuk 2 juta orang atau lebih di Provinsi Bali hingga bulan Juli 2021.

BACA JUGA:   Trans Nusa Hubungkan Cilacap dengan Jakarta dan Semarang

“Kita semua di sini sudah sepakat akan mulai monitor dan evaluasi setiap dua minggu sekali. Secepatnya, kita semua akan lakukan langkah koordinasi untuk dilaporkan ke Pak Presiden agar segera menggelar ratas (rapat terbatas) dan diambil keputusannya,” kata Sandiaga lagi.

Keputusan lainnya juga menyepakati bahwa tiga wilayah zona hijau di Bali, yaitu Ubud, Sanur, dan ITDC Nusa Dua, akan dijadikan kawasan uji coba dari program Travel Corridor Arrangement. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Menparekraf masih memiliki waktu kurang lebih tiga bulan untuk melakukan persiapan matang di tiga wilayah tersebut.

“Uji coba kita akan lakukan secepatnya, tentunya harus ada simulasi dan mungkin ada trial atau pilot project. Mungkin akan ada charter flight dan kita pantau betul (pelaksanaannya di lapangan),” Sandiaga menambahkan.

BACA JUGA:   Travel Agent Terancam Tutup

Setelah berhasil melaksanakan uji coba tersebut, Kemenparekraf akan memperluas wilayah pelaksanaan program Travel Corridor Arrangement. Beberapa daerah yang telah disiapkan untuk menjadi tahap uji coba selanjutnya adalah Kuta, Seminyak, Canggu, atau Nusa Penida.

“Semakin banyak uji coba yang kita lakukan, maka akan semakin siap kita. Daerah-daerah yang akan menjadi target selanjutnya tentunya akan melewati tahap evaluasi yang cukup ketat,” ucapnya lagi.