Kementerian Pariwisata Targetkan 4 Juta Wisman Perbatasan di 2019

Wednesday, 06 February 19   8 Views   0 Comments   Harry Purnama
Wisman Perbatasan

Kementerian Pariwisata menargetkan 4 juta wisatawan mancanegara di perbatasan masuk ke Indonesia pada tahun 2019. Target tersebut naik 20 persen dari target tahun 2018.

“Tahun 2018, diperkirakan pariwisata perbatasan dapat menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman. Karena itu, tahun 2019 harus naik menjadi 20 persen atau sekitar 4 juta dari total 20 juta target wisman. Kita butuh kerja sama dan bergandengan tangan,” ujar Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I.

Rizki menambahkan, Kemenpar akan terus mendorong potensi pariwisata perbatasan atau cross border. Implementasinya melalui program joint promotion, misalnya dengan penyedia transportasi (feri dan bus), event cross-border, hot deals, destinasi digital, dan mobile positioning data (MPD).

“Salah satu potensi wisata yang terus digarap oleh Kemenpar adalah cross border karena jenis wisata ini memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Selain itu, wisata perbatasan menjadi jawaban ketika wisatawan menemui kesulitan dalam melakukan kegiatan wisata, khususnya yang berada di dalam wilayah Indonesia,” ujar Rizki.

Bagi pariwisata Indonesia, menggarap pasar wisman perbatasan sangat realistis. Apalagi Indonesia memiliki banyak daerah yang merupakan pintu masuk wisman dari negara tetangga, seperti dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, maupun Timor Leste.

“Selain itu, wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan (proximity) secara geografis. Dengan kedekatan ini wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi kita. Belum lagi kedekatan kultural dan emosional. Ini peluang yang bisa kita maksimalkan,” ungkapnya.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, border tourism memiliki peranan penting untuk pariwisata Indonesia. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, Arief ingin lebih agresif lagi bergerak di border tourism. Apalagi saat ini aksesibilitas dan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia makin bagus. Hal itu lantaran didorong oleh Presiden Joko Widodo. Ini menjadi keuntungan dalam menggerakkan wisman di perbatasan.