BerandaEventKMTM: Upaya Korea Menjadi Destinasi Medical Tourism

KMTM: Upaya Korea Menjadi Destinasi Medical Tourism

Published on

spot_img
spot_img

Korean Medical Tourism Mart (KMTM) diselenggarakan secara virtual di Jakarta pada akhir Juni lalu. Kegiatan tersebut merupakan upaya memperkenalkan Korea Selatan sebagai destinasi tujuan wisata medis dan kecantikan.

Dalam pelaksanaan KMTM 2021, TTC Indonesia selaku penyelenggara acara menghadirkan enam buyer yang terdiri dari enam Rumah Sakit di Korea untuk bertemu dengan para seller di Indonesia. Keenam buyer itu terdiri  dari Rumah Sakit Bedah Plastik Banobagi, Jaseng Hospital of Korean Medicine, Samsung Medical Center, Wooridul, Yonsei University Severance Hospital, Bedah Plastik View. Pada kesempatan itu, masing-masing buyer melakukan virtual tour untuk memperkenalkan fasilitas dan pelayanannya kepada para seller.  

BACA JUGA:  Pameran Otomotif Surabaya 2017 Hadirkan Line Up Terbaik

Saat ini, pamor Korea Selatan sebagai destinasi wisata medis memang merangkak naik, dan mampu menyaingi Malaysia yang telah lebih dahulu bermain di ceruk pasar ini.

Berdasarkan data dari KHIDI (Korea Health Industry Development Institute), pada 2019 jumlah WNI yang datang untuk berobat Korea mencapai 1,1 persen atau sekitar 5.472 wisatawan dari total 497,464 wisatawan medis yang berkunjung ke Korea.

BACA JUGA:  KTO Jakarta Berbagi Melalui Imagine Your Korea

Untuk menyasar ceruk bisnis ini, pemerintah Korea memberikan beberapa insentif kepada wisatawan. Misalnya, bagi wisatawan medis yang melakukan operasi kecantikan di klinik kecantikan Korea yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan dengan biaya perawatan minimal 30,000 KRW akan mendapat tax refund.

Kemudian dari Korea Tourism Organization (KTO) bisa mengatur tur keliling kota dengan menyediakan transportasi, rute destinasi, pemandu wisata, dan sebagainya. Hanya saja untuk mengakses tur ini, pasien bisa mengajukannya melalui institusi medis tempat dirinya berobat. Namun, beberapa institusi medis juga menyediakan beberapa insentif yang bisa dicek di institusi masing-masing. Peraturan tentang tax refund dan tur dari KTO untuk sementara tidak berlaku selama pandemic, kebijakan itu dapat berubah apabila kondisi pandemi mulai membaik.

spot_img

ICC Sydney Luncurkan Quiet Room untuk Dukung Aksesibilitas dan Inklusi

Sydney, Venuemagz.com -- International Convention Centre Sydney (ICC Sydney), yang dikelola oleh Legends Global,...

Dubai Beri Penghargaan kepada 237 Hotel dalam Program Dubai Sustainable Tourism Stamp 2026

DUBAI, Venuemagz.com – Dubai Department of Economy and Tourism (DET) memberikan penghargaan kepada 237...

Efisiensi Fiskal Menekan, Hotel di Jakarta Transformasi Sebagai Destinasi Lifestyle 

Jakarta, Venuemagz.com - Selama ini, bisnis perhotelan di Jakarta sangat bergantung pada acara pemerintahan...

Hotel Jakarta dan Bali Masuki Model Bisnis Baru, Geser Fokus Okupansi ke Pengalaman Berkualitas

Jakarta, Venuemagz.com - Industri perhotelan di Indonesia kini tengah memasuki fase pertumbuhan baru. Berdasarkan...

Perdana! Kolaborasi KTO dan Buttonscarves untuk Promosikan Pariwisata Ramah Muslim

Jakarta, Venuemagz.com – Korea terus menggalakan wisata ramah musim bagi wisatawan mancanegara khususnya Indonesia....

Perkuat Wisata Medis, KTO Kembali Hadirkan Korea Health & Wellness Mart 2025 

Korea Tourism Organization (KTO) kembali menyelenggarakan Korea Health & Wellness Mart 2025 untuk ketiga...

Lebih dari 300 Ribu Wisatawan Indonesia Berkunjung ke Korea Sepanjang 2024

Korea Tourism Organization (KTO) mengumumkan jumlah wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Korea telah...