Malaysia dan Australia Mendominasi Kunjungan Wisman pada Maret 2024

Wednesday, 08 May 24 Khanisa Azahra

Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, memaparkan perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Maret 2024. Berdasarkan data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Maret 2024 didominasi oleh turis Malaysia dengan jumlah 160.300 orang atau 15,4 persen, diikuti Australia dengan 124.200 orang atau 11,9 persen, Singapura menyumbang 120.000 orang atau 11,5 persen, Cina dengan 94.400 orang atau 9,1 persen, Timor Leste dengan 62.800 orang atau 6,0 persen, dan India 55.100 orang atau 5,3 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Inggris dan Amerika Serikat masing-masing berkontribusi 39.600 wisman atau 3,8 persen dan 39.100 wisman atau 3,8 persen, sementara Jepang mencatat 27.900 wisman atau 2,6 persen. Korea Selatan turut menyumbang 2,4 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara, dengan negara-negara lain menyumbang 294.600 wisman atau 28,2 persen.

BACA JUGA:   Tak Hanya Memikat Turis, Indonesia juga Menarik Investor dari Australia

Menariknya, data bulan Maret 2024 menunjukkan pertumbuhan yang beragam dibandingkan dengan Februari 2024. Malaysia mencatat pertumbuhan negatif 26,50 persen, sementara Australia mengalami lonjakan 21,24 persen dan Singapura naik 5,02 persen. Angka-angka ini menunjukkan dinamika pasar pariwisata Indonesia yang terus berkembang dan menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia. Perlu digarisbawahi bahwa pertumbuhan positif secara year-on-year juga terlihat pada Maret 2024 dibandingkan Maret 2023 untuk Malaysia dengan 5,13 persen dan Australia dengan lonjakan signifikan 28,88 persen.

Distribusi kunjungan wisatawan mancanegara juga bervariasi di enam pintu masuk utama di Indonesia. Bandara Ngurah Rai di Bali menjadi pintu gerbang utama dengan 463.804 kunjungan atau 44,52 persen. Di Bandara Soekarno-Hatta menerima total 160.917 kunjungan atau 15,45 persen. Sementara itu, Batam menerima 104.191 kunjungan atau 10 persen.

BACA JUGA:   Sandy Canester dan REGAR Ciptakan Genre Musik Urban Melayu 

Tanjung Uban mencatat 20.741 kunjungan atau 1,99 persen, Bandara Juanda di Surabaya menerima 18.543 kunjungan, dan Kuala Namu di Sumatra Utara mencatat 15.068 kunjungan atau 1,45 persen.

Angka-angka ini mencerminkan upaya berkelanjutan Indonesia dalam mempromosikan pariwisata dan meningkatkan infrastruktur pendukungnya. Dengan menawarkan keindahan alam yang memukau, warisan budaya yang kaya, serta pengalaman wisata yang mengesankan, Indonesia berhasil memikat hati para pelancong dari seluruh dunia.

BACA JUGA:   Gerak Cepat Atasi Isu Krisis Sektor Pariwisata

Strategi pemasaran yang cermat dan komitmen kuat dari pemerintah menjadi kunci dalam menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dan mempertahankan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata memikat di dunia. Pariwisata merupakan sektor vital dalam perekonomian Indonesia, dan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara akan berdampak positif pada lapangan kerja, peluang bisnis, dan devisa negara. Melalui upaya-upaya ini, Indonesia semakin memperkokoh kedudukannya sebagai surga wisata yang memukau bagi para pelancong dari seluruh penjuru dunia.