Manfaat Program Restorasi Terumbu Karang Bagi Masyarakat Bali

Thursday, 07 January 21 Harry
luhut binsar panjaitan

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Restorasi Terumbu Karang (ICRG) di Bali yang dimulai pada awal pertengahan tahun 2020 telah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan. Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Provinsi Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan meminta agar pekerjaan PEN ini dipastikan sesuai dengan rencana.

Dalam Rapat Koordinasi Program PEN-ICRG pada 6 Januari 2021, Luhut mengatakan, “Kita perlu untuk terus saling membantu dan bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan ini. Ini semua kita kerjakan untuk mengembalikan roda perekonomian di masyarakat, terutama di masyarakat pesisir pantai. Jangan sampai program yang sudah kita kerjakan dan kita janjikan, tidak kita selesaikan dan kita tidak kontrol dengan baik.”

BACA JUGA:   AirAsia Buka Kembali Dua Rute Domestik di Awal 2021

Untuk terus mengawasi perkembangan pelaksanaan PEN di Bali, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin secara rutin langsung datang ke lokasi maupun mengawasi secara daring melalui aplikasi dashboard sistem Monitoring Terumbu Karang terpadu.

“Kita telah mencapai tahap penyelesaian pekerjaan, seluruh struktur karang (95.768 unit) telah berada di dasar laut pada tanggal 30 Desember 2020 yang selanjutnya akan ditata sesuai desain dan akan dipasang bibit terumbu karang hingga Januari 2021,” ungkap Safri.

“Ada beberapa struktur karang yang belum tersusun baik di Sanur dan Serangan, banyak bibit karang yang ditanam telah mati atau terlalu kecil, juga tali plastik yang belum ditata. Hal ini dapat mengganggu ekosistem yang ada, dan berpotensi menjadi sampah laut. Untuk itu, pengawasan atau monitoring akan terus dilakukan.”

BACA JUGA:   Dari Kuliner hingga Kesenian Khas Bali Meriahkan Gala Dinner UN Tourism Regional Conference on the Empowerment of Women in Tourism in Asia and the Pacific

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus melakukan pengawasan terpadu bersama Pemprov Bali untuk memastikan pekerjaan ini sesuai dengan output dan outcome yang diharapkan. Kegiatan PEN-ICRG ini dapat menjadi contoh dan diduplikasi pada lokasi lain. Selain itu, akan dilakukan pula kunjungan kerja dan penyerahan hasil program PEN Restorasi Terumbu Karang tersebut ke masyarakat Bali pada minggu terakhir Januari 2021 oleh Luhut B. Pandjaitan.

BACA JUGA:   Banggai Potensial Menjadi Destinasi Wisata Mancing

Program padat karya Restorasi Terumbu Karang di Bali ini telah berhasil menyerap 10.171 tenaga kerja, dengan anggaran biaya Rp111,23 miliar dan luasan restorasi 74,3 hektare. Para pekerja dibayar secara non-tunai dengan ditransfer langsung ke rekening mereka. Program PEN ICRG diharapkan akan terus memberikan dampak bagi perekonomian setempat.