Pabrik Printer Epson Transisi Listrik Terbarukan Menggunakan Biomassa

Thursday, 22 September 22 Bonita Ningsih

Seiko Epson Corp. (TSE: 6724, “Epson”) mengumumkan telah melakukan transisi ke listrik terbarukan untuk salah satu anak perusahaan manufaktur printer PT Indonesia Epson Industry (IEI). Mulai saat ini, listrik yang digunakan perusahaan tersebut akan dihasilkan dari sumber energi biomassa terbarukan.

Transisi ini terjadi setelah adanya kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juli 2022 silam. Kerja sama dilakukan oleh pemasok listrik lokal yang baru saja mulai beralih dari batu bara ke energi biomassa.

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen Epson dalam Visi Lingkungan yang ditetapkan pada tahun 2021. Epson berkomitmen untuk dapat bebas karbon dan sumber daya bawah tanah pada tahun 2050.

Untuk mencapai tujuan dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, Epson telah memposisikan penggunaan listrik terbarukan sebagai tindakan utama dalam skema pencapaian Target Berbasis Sains 2025.
Oleh karena itu, perusahaan telah menetapkan tujuan Utama untuk mengubah 100 persen listrik terbarukan di seluruh dunia pada tahun 2023.

Untuk mencapai hal ini, Epson secara berkelanjutan mengubah situsnya di seluruh dunia menggunakan sumber termasuk panel surya besar, panas bumi. Selain itu ada pembangkit listrik tenaga air berdasarkan karakteristik wilayah.

“Kami bangga dapat menyelesaikan transisi ke bahan bakar biomassa,” kata Emile Pattiwael, presiden IEI.

IEI merupakan pelanggan pertama perusahaan listrik yang mengubah menjadi biomassa. Perusahaan ini akan membutuhkan sekitar 37 GWh listrik per tahun dan sekitar 22.828 ton bahan bakar biomassa per tahunnya.

Energi yang digunakan untuk pembangkit listrik berasal dari sumber energi alam termasuk cangkang sawit yang terbentuk dari banyaknya pohon-pohon sawit di daerah tersebut. Cangkang sawit dihasilkan setelah kelapa sawit diekstraksi dan sebelumnya dianggap sebagai limbah. Namun, baru saja dilihat sebagai sumber yang baik untuk bahan bakar biomassa karena mudah terbakar pada suhu tinggi dikarenakan airnya yang rendah dan kandungan kalori yang tinggi.

“Epson hanyalah sebuah perusahaan, tetapi kami telah menunjukkan bagaimana kami dapat berkontribusi pada keberlanjutan dengan bekerja sama dengan mitra untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang. Kami sangat mendorong perusahaan lain untuk mengambil langkah serupa,” ujar Emile.