Pelaku Pariwisata Bali Terima 8.000 Paket Sembako

Thursday, 23 April 20 Nila Sofianty

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyerahkan 8.000 paket sembako kepada para pelaku industri pariwisata Bali yang terdampak pandemi corona. Dalam penyaluran bantuan ini, Kemenparekraf juga sudah berkoordinasi dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali untuk mendapatkan data yang akurat terkait siapa saja yang berhak mendapat bantuan sembako ini.

Pada 21 April 2020, Kapolda Bali telah mendistribusikan 600 paket sembako untuk pelaku pariwisata terdampak COVID-19 di Nusa Penida. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Rheinhard Golose yang didampingi PJU Polda Bali mengatakan, perkembangan COVID-19 saat ini masih menjadi pandemi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tentunya ini amat sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, berbagai kegiatan menjadi lumpuh.

BACA JUGA:   Plataran Senayan Angkat Sejarah Indonesia

“Masyarakat Bali yang sangat mengandalkan penghasilan dari sektor pariwisata saat ini mulai merasakan dampaknya, bahkan dampak yang ditimbulkan lebih parah dari Bom Bali 1 dan Bom Bali 2 pada sektor pariwisata. Berdasarkan dari data PHRI, sampai dengan bulan April 2020 hampir 95% hotel sudah tutup karena tidak ada kunjungan wisatawan lagi sehingga tidak sedikit para pelaku pariwisata kehilangan mata pencariannya,” ujar Irjen Pol. Dr. Petrus Rheinhard Golose.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata & Penyelenggaraan Kegiatan Rizki Handayani Mustafa mengatakan, seluruh bantuan ini merupakan sumbangan CSR dari perusahaan besar yang sudah bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

BACA JUGA:   Kolaborasi Antar-Kementerian Untuk Meningkatkan Infrastruktur Pariwisata

“Saat ini mungkin belum semua dapat diberikan dukungan, tetapi kami akan berusaha agar masyarakat yang terdampak bisa semua menerima bantuan,” kata Rizki Handayani Mustafa.

“Bali adalah pusatnya pariwisata Indonesia sehingga program ini pertama kali diadakan di Bali dan akan menjadi model baik di dalam pelaksanaan kegiatan pendukungan maupun bekerja sama dengan kepolisian,” jelasnya.

Selain itu, Kapolda juga menjelaskan bahwa Polda Bali membuat program bantuan kepada masyarakat setiap minggu yang disebut dengan Weekly Support Program to the People. Program ini dilakukan secara berkelanjutan tergelar dari tingkat Polda sampai dengan Bhabinkamtibmas.

“Kami adalah organisasi terbesar di pulau ini dengan anggota sekitar 13.000 orang sehingga kegiatan bantuan untuk pelaku pariwisata Bali yang terdampak COVID-19 saya terima dengan suka cita,” kata Kapolda.

BACA JUGA:   Siapakah Sosok Menteri Pariwisata yang Dapat Membesarkan Industri MICE?

Terkait teknis penyaluran sembako, Kapolda mengaku akan mengerahkan kekuatan penuh, mulai dari polda, polres, polsek, subsektor, dan bhabinkamtibmas dengan door to door system. Untuk itu, Kapolda meminta kepada para pelaku pariwisata agar memberikan data yang sebenarnya kepada Polda Bali.

“Mudah-mudahan masyarakat Bali yang terdampak paling utama karena masalah COVID-19 ini bisa dikurangi bebannya,” tutupnya.