Pemerintah Siapkan Homestay Bagi Turis Backpacker di Labuan Bajo

Thursday, 26 December 19 Bonita Ningsih
Komodo Travel Mart 2017

Pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium. Artinya, pengelolaan wisata di Labuan Bajo tidak akan dicampur dengan kalangan menengah ke bawah. Untuk itu, fasilitas dan infrastruktur akan banyak diperbaiki sehingga meningkatkan nilai jual yang ada di Labuan Bajo.

Namun, dengan meningkatkan nilai jual di Labuan Bajo, warga sekitar sana khawatir dapat menurunkan jumlah wisatawan kelas menengah. Pasalnya, kebanyakan wisatawan yang datang ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo berasal dari kalangan menengah.

Untuk menjawab kekhawatiran warga lokal di sana, pemerintah akan tetap membantu wisatawan kalangan menengah agar bisa berwisata ke Labuan Bajo. Salah satu caranya ialah dengan mengembangkan desa wisata dan pembangunan homestay sebagai tempat tinggal wisatawan kalangan menengah.

“Pembangunan homestay ini sangat memungkinkan terjadi di sana. Selain menguntungkan wisatawan kelas menengah, homestay ini juga membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar sana,” ujar Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat acara Indonesian Tourism Summit 2019 di Jakarta.

Wishnutama menjelaskan, pembangunan homestay akan melibatkan banyak tempat tinggal warga di Labuan Bajo sehingga diperlukan kerja sama yang baik di dalamnya. Pembangunan ini akan segera dilakukan agar tidak mematikan wisatawan kelas menengah untuk masuk ke Labuan Bajo.

“Jadi, mereka masih bisa berwisata di Labuan Bajo walaupun kita buat sebagai super premium. Kita bantu menyediakan tempat tinggal yang lebih murah bagi mereka dengan mengembangkan desa wisata ini,” katanya.

Untuk mempercepat pembangunan desa wisata, Wishnutama mulai berkoordinasi dengan kementerian terkait agar masalah ini segera teratasi. Diharapkan, dengan berkembangnya desa wisata di Labuan Bajo dapat memberikan pengalaman baru bagi warga sekitar dan wisatawan yang datang.

“Kita sudah mulai koordinasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta beberapa kementerian terkait untuk menuju pembicaraan ke arah sana. Secepatnya akan segera terealisasi,” ujar Wishnutama.