BerandaNewsPentingnya Kualitas Ilmu Pariwisata Indonesia

Pentingnya Kualitas Ilmu Pariwisata Indonesia

Published on

spot_img

Banyak lulusan perguruan tinggi jurusan pariwisata yang tidak langsung mendapatkan pekerjaan. Menurut Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2011-2014, hal itu disebabkan karena banyak lulusan perguruan tinggi pariwisata yang belum kompeten atau siap kerja. Hal itu disampaikan Mari Elka dalam seminar “Tourism Higher Education In Facing Global Business Challenges” yang diadakan oleh mahasiswa program studi S1 Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya.

Dalam sesi “Mendesain Pendidikan Pariwisata  Masa Depan Untuk Pariwisata Indonesia Lebih Baik”, Mari Elka yang juga menjabat sebagai Board of Advisor Senior Faculty Member Universitas Prasetiya Mulya mengatakan bahwa solusi untuk menghadapi masalah tersebut adalah dengan membentuk kurikulum khusus. Kurikulum tersebut akan mewajibkan para mahasiswa untuk praktik ke lapangan, melakukan analisis, serta mampu melakukan riset untuk dapat mengetahui perkembangan pariwisata.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno Larang Pelaksanaan Event yang Mengundang Keramaian Pada Natal dan Tahun Baru

“Ilmu pariwisata sangat diperlukan karena Industri pariwisata ini yang paling mudah menyerap tenaga kerja dan menjadi industri yang menjanjikan dalam usaha jasa pariwisata, seperti hotel, restoran, dan biro perjalanan,” kata Mari Elka.

Hal penting kedua yang harus dikuasai adalah ilmu pemasaran. Mari menjelaskan, pemasaran pariwisata yang digunakan saat ini mayoritas dilakukan secara digital, antara lain melalui sosial media Youtube, Facebook, atau Twitter. Namun, sebelum melakukan promosi destinasi wisata, setiap industri pariwisata tentu harus memiliki portofolio produk dan portofolio pasar atau pelanggan. Jenis-jenis portofolio  produk pariwisata antara lain wisata alam (bahari, ekowisata, petualangan), wisata budaya (warisan budaya, sejarah, belanja, kuliner, wisata desa) dan wisata buatan manusia, seperti MICE dan sport tourism. Sementara itu, portofolio pasar atau pelanggan seperti personal atau perorangan, komunitas, UKM, atau biro perjalanan.

BACA JUGA:  Ramadan with Modinity Hadir Serentak di 16 Kota Indonesia

Mari menambahkan, selain ilmu, yang tak kalah penting untuk dikuasai adalah pelayanan yang baik dan keramahan. “Di Thailand, selain orang-orang imigrasinya ramah, wisatawan juga diperhatikan oleh petugas dari bandara sampai pulang. Apabila wisatawan ada yang merasa kebingungan, ada petugas yang datang untuk membantu. Saya berharap Indonesia juga bisa melakukan hal yang baik seperti itu dalam menyambut wisatawan,” kata Mari Elka.

BACA JUGA:  Menparekraf Sebut Dana Akomodasi Untuk Nakes Segera Cair

Penulis: Ahmad Baihaki

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....