Perempuan Pengusaha Didorong Kembangkan Ekspor

Wednesday, 19 February 20 Herry Drajat
IFEX 2018

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada menyelenggarakan lokakarya pengembangan ekspor ke pasar Kanada di Kementerian Perdagangan pada awal Februari 2020.

Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini, relevan, dan tepat sasaran untuk mendukung pengembangan ekspor nasional. Kali ini, program dititikberatkan pada pengembangan usaha yang dijalankan perempuan pengusaha Indonesia.

Dody Edward, Direktur Jenderal PEN, mengatakan, perempuan memegang peranan yang strategis

dalam kegiatan perdagangan, terutama untuk aktivitas ekspor di Indonesia. Banyak produk ekspor

yang dihasilkan dari tangan-tangan perempuan, contohnya kopi, tenun, batik, anyaman.

Ke depan, Indonesia diharapkan mampu menghasilkan kebijakan perdagangan dan program yang

mendukung kesetaraan gender sehingga tercipta sistem perdagangan yang adil dan

menguntungkan bagi semua pihak.

Dody menambahkan, penyelenggaraan lokakarya ini sejalan dengan Inpres No. 9/2000 tentang Pengarusutamaan Gender. “Kami melakukan integrasi gender dalam kebijakan mendukung perempuan eksportir. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia pada deklarasi Trade and Women’s Economic Empowerment dalam sidang tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Buenos Aires pada Desember 2017,” ujar Dody.

Peserta lokakarya ini sebagian besar berasal dari Dewan Kerajinan Nasional, Gabungan Eksportir Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Asosiasi Persepatuan Indonesia, dan Aliansi Organis Indonesia. Adapun narasumber pada acara ini adalah Project Director Asia TFO Canada Zaki Munshi dan Project Manager Asia TFO Canada Mahmoud Hosain yang keduanya sangat berpengalaman dalam mengembangkan usaha di beberapa negara berkembang untuk mencetak wirausahawan millennial perempuan.