BerandaNewsPariwisata Indonesia Kehilangan Potensi Devisa Rp2,04 Triliun Akibat Konflik Timur Tengah

Pariwisata Indonesia Kehilangan Potensi Devisa Rp2,04 Triliun Akibat Konflik Timur Tengah

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Industri pariwisata dunia termasuk Indonesia tengah menghadapi tantangan dari adanya konflik di Timur Tengah. Di indonesia, konflik tersebut memberikan dampak negatif terhadap pariwisata karena berkurangnya jumlah wisatawan mancanegara sehingga mengurangi devisa negara.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), kondisi tersebut menyebabkan adanya potensi kehilangan sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dengan potensi devisa negara yang tidak terealisasi mencapai sekitar Rp2,04 triliun.

Hal ini terjadi lantaran adanya penutupan wilayah udara Iran pada periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026 yang menyebabkan gangguan penerbangan internasional. Ada enam hub utama penerbangan internasional terdampak yaitu Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muscat yang berkontribusi pada pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju Jakarta, Bali, dan Medan. 

BACA JUGA:  Kemenpar Gandeng 28 Perusahaan untuk Promosikan Wonderful dan Pesona Indonesia

“Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta.

Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada 1 April 2026.

Tekanan terhadap sektor pariwisata juga muncul dari kenaikan harga energi global. Harga minyak mentah dunia meningkat lebih dari 52 persen dari sekitar U$67 dolar per barel menjadi lebih dari US$102 dolar per barel dalam kurun waktu satu bulan.

“Kondisi ini tentu memicu kenaikan biaya transportasi melalui penerapan fuel surcharge oleh berbagai maskapai internasional serta peningkatan tarif moda transportasi lintas negara,” ujar Widiyanti.

Strategi Mitigasi

Menghadapi situasi tersebut, Kemenpar telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk memulihkan pariwisata Indonesia. Strategi ini sekaligus untuk menjaga pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026 yang berjumlah 16–17,6 juta kunjungan.

BACA JUGA:  Empat Sektor Pariwisata Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Nasional pada Kuartal 3 2025

Beberapa strategi yang telah disiapkan adalah melakukan pivot pasar ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, dan pasar medium-haul. Lalu memperkuat kampanye digital internasional serta mengoptimalkan kerja sama dengan maskapai yang memiliki rute langsung ke Eropa dan Amerika. 

Pemerintah juga mendorong penyelenggaraan event lintas batas di kawasan perbatasan serta memperkuat promosi wisata nusantara. Promosi ini dilakukan untuk menjaga tingkat hunian destinasi wisata di dalam negeri.

“Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak lebih adaptif. Diversifikasi pasar, penguatan promosi, dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional,” ucap Menpar lagi.

Ketua Komisi VII DPR, Saleh P Daulay, mengapresiasi strategi mitigasi yang disiapkan Kementerian Pariwisata dalam menghadapi perkembangan dinamika global. Komisi VII juga meminta penguatan konektivitas dan pergerakan wisatawan nusantara di tengah situasi ketidakpastian global pada saat ini.

BACA JUGA:  Kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Qatar Airways untuk Promosikan Indonesia ke Dunia

Anggota Komisi VII dari Fraksi PDIP, Putra Nababan, meminta Kemenpar untuk mempelajari pola shifting akibat perubahan strategi ini. Hal ini dilakukan karena adanya perbedaan behaviour antara wisatawan yang long haul (Eropa dan Amerika) dan medium haul (Asia Timur dan Asia Selatan), dan short haul (ASEAN).

Secara spesifik, Putra meminta pemerintah segera memberikan bebas visa terutama untuk wisatawan Tiongkok dan Australia. Hal ini untuk memudahkan shifting strategi Kementerian Pariwisata menjadi kebijakan nasional. 

“Jangan ada ego sektoral lagi, kami mendukung Ibu Menteri harus memimpin pemberian bebas visa oleh pemerintah bagi wisatawan terutama Tiongkok dan Australia”, tutup Putra.

spot_img
spot_img

Indonesia Women Fest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Kebutuhan Perempuan dalam Satu Platform

Tangerang, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo bersama GRID Network resmi membuka Indonesia Women Fest (IWF)...

Indowood Expo 2026 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Masa Depan Industri Mebel Nasional 

Surabaya, Venuemagz.com – Indonesia kian memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri kayu...

Sambut Liburan Sekolah, Archipelago Hotels Luncurkan Kampanye School’s Out, Let’s Go!

Jakarta, Venuemagz.com -- Memasuki musim liburan sekolah 2026, antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan bersama...

Sebotol Kaya Jam, Oleh-Oleh dari Swiss-Belinn Manyar Surabaya

Surabaya, Venuemagz.com - Ada yang berubah dari cara orang mengingat sebuah perjalanan. Dulu, oleh-oleh...

Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Positif di Tengah Isu Geopolitik

Jakarta, Venuemagz.com - Sektor pariwisata Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan impresif. Memasuki...

Pesawat Scoot Kembali Mendarat ke Belitung, Tandai Kebangkitan Pariwisata KEK Tanjung Kelayang

Belitung, Venuemagz.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang mulai mengepakan sayapnya sebagai salah...

Rayakan HUT Jakarta dengan Promo Plesiran di Jakarta Bersama Properti Ascott 

Jakarta, Venuemagz.com - The Ascott Limited (Ascott), perusahaan perhotelan internasional dan unit bisnis akomodasi...