Phantom Reactor, Speaker Minimal dengan Performa Maksimal

Friday, 29 May 20 Bonita Ningsih
Phantom reactor

Dalam sebuah penyelenggaraan acara, penggunaan audio dan visual yang baik memang sangat dibutuhkan. Pihak penyelenggara harus memerhatikan tampilan audio dan visualnya agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Dalam hal ini, V2 Indonesia sebagai distributor utama produk audio musik high-end asal Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Devialet untuk menghadirkan audio terbaik di Indonesia. Devialet lahir pada tahun 2007 dan menjelma sebagai perusahaan yang mampu menemukan inovasi dan keunggulan dari sebuah audio.

“Konsep yang diberikan Devialet itu unik karena alat-alatnya didesain dengan teknologi audio. Semua yang dihasilkan itu made in Prancis,” kata Ivan Setiono, Regional Retail Manager (SEA) Devialet.

Beberapa teknologi audio yang ditawarkan Devialet ialah Expert Pro, Phantom Premier, hingga Phantom Reactor. V2 Indonesia yang memiliki showroom khusus dalam menampilkan berbagai produk audio akan mencoba menawarkan inovasi audio dari Devialet berupa Phantom Premier dan Phantom Reactor.

Gautier Mejane, Area Sales Manager Devialet, menjelaskan, Phantom Premier memiliki dua model, yakni Classic Phantom dan Gold Phantom. Sedangkan Phantom Reactor juga memiliki dua model berbeda, yakni Phantom Reactor 600 dan Phantom Reactor 900.

“Premier series ini bentukannya lebih besar ketimbang yang Phantom Reactor. Frekuensi responsnya pun juga lebih tinggi,” ujarnya.

Arswendo Swissrianto, Head of Rumah Audio Indonesia, cukup takjub dengan audio jenis Phantom Reactor 600. Meskipun memiliki ukuran yang mini dengan berat tidak sampai 5 kilogram, alat ini mampu memberikan suara yang powerfull hingga terdengar di lingkup ruangan yang cukup besar.

“Alat ini memiliki suara yang powerfull padahal volumenya belum saya setting sampai ke tengah. Mau mendengarkan musik slow atau yang metal, suara yang dihasilkan tidak pernah mengecewakan,” ungkap Arswendo.

Menurutnya, dengan material yang terbuat dari aluminium, alat ini dapat diletakkan di setiap sudut ruangan tanpa harus menghabiskan banyak space. Alat ini juga cocok digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti small party hingga pelengkap saat bekerja. Alat ini bisa diletakkan secara fleksibel di atas meja kerja, di dalam rumah, atau di dalam apartemen.

“Di ruangan 16 meter persegi seperti ruangan kerja saya, alat ini masih bisa menghasilkan suara yang power full dan clear, padahal ukurannya kecil. Mungkin, kalau dibandingkan dengan speaker merek lain dengan ukuran seperti ini, suaranya bisa kendor untuk mengisi suara di ruangan kerja saya,” jelasnya lagi.

Kendati memiliki ukuran yang kecil, produk ini memiliki rentan frekuensi hingga 18Hz – 21KHz atau kurang lebih -6db. Ia juga menambahkan, produk ini memiliki total harmoni distorsi yang rendah hanya 0.001 persen.

“Ada hal menarik yang pertama kali saya temukan di sebuah produk dengan ukuran seperti ini. Jadi, kalau kita mendengarkan lagu di ruangan yang banyak kacanya, produk ini mampu membuat kaca tersebut bergetar. Ini sangat luar biasa, speaker sekecil ini bisa melakukan hal tersebut,” katanya lagi.

Keunggulan lainnya ialah alat ini dapat digunakan melalui perangkat koneksi seperti Bluetooth, airplay, Wi-Fi, internet, dan Aux In. Dalam pelaksanaannya, semua perangkat koneksi tersebut cara kerjanya dikontrol melalui aplikasi Devialet.

“Hampir semua perangkat koneksi yang ada di handphone itu bisa dimasukkan ke dalam Devialet ini. Jadi, untuk menggunakan alat ini, saya hanya menggunakan handphone karena bisa dijadikan fungsi remote juga saat menggunakan produknya,” ucapnya.

Keunggulan produk ini nantinya dapat ditemukan di showroom resmi milik V2 Indonesia, salah satunya di pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Dengan harga jual mulai dari Rp20 juta hingga Rp60 juta, produk ini dinyatakan layak untuk digunakan pencinta audio musik terbaik.

“Saat ini memang belum kita display barangnya karena adanya pandemi ini, tetapi soon akan kita jual di showroom kita. Untuk penjualan di marketplace juga akan menyusul ya, coming soon,” ujar Rudi Hidayat, CEO V2 Indonesia.