MICE Day Pertemukan 30 Buyer dan 30 Seller Secara Virtual

Tuesday, 02 June 20 Bonita Ningsih
Mice day 2020

Para pelaku industri MICE telah berhasil menggelar MICE Day “Breaking The Barriers” pada 2 Juni 2020. Digagas oleh AlcorMICE, RajaMICE, dan TripEvent, acara ini telah digelar sejak pukul 08.30 hingga 17.00 WIB.

MICE Day merupakan serangkaian acara untuk mendukung acara besar tahunan IIME (Indonesia International MICE Expo) 2020 yang rencananya akan diselenggarakan pada Oktober 2020. Uniknya, MICE Day memiliki konsep B2B Meetings Event yang berbasis daring dan akan menjadi online trade show pertama yang digelar di Indonesia. Selain kegiatan B2B, acara ini juga akan diisi oleh webinar bersama pemerintah dan para pelaku industri MICE dari Indonesia dan Singapura.

“Di sini, ada dua acara besar, yaitu B2B dan webinar. Untuk B2B itu sebenarnya semacam pertemuan bisnis biasa, tetapi kita kemas secara berbeda melalui online atau virtual,” ujar Panca R. Sarungu, Founder RajaMICE sekaligus Co-founder IIME 2020.

Kegiatan B2B Meetings Event mempertemukan seller dan buyer pada sebuah platform online khusus yang telah disiapkan pihak penyelenggara. Dalam penyediaan platform tersebut, Panca berkolaborasi dengan Jublia, perusahaan asal Singapura yang menyediakan alat di bidang networking business matching untuk event.

Panca membagi pertemuan antara buyer dan seller ke dalam beberapa sesi dan waktu yang telah ditentukan. Masing-masing sesi akan diberikan waktu kurang lebih 20 menit yang tujuannya untuk melakukan diskusi bisnis hingga dealing khusus antar-pelaku usaha.

“Kita sudah berikan list buyer dan seller, nanti tinggal mereka yang menentukan mau masuk di sesi berapa. Kita buat caranya dengan sangat mudah, hanya di depan komputer kita sudah bisa melakukan interaksi bisnis di sini. Sistemnya juga kita buat seperti ada matchmaking di dalamnya,” jelas Panca.

Dalam pelaksanaan kegiatan B2B Meetings Event, jumlah buyer dan seller yang tergabung masing-masing berjumlah 30 perusahaan. Panca menjelaskan, seller yang bergabung berasal dari venue-venue penyelenggaraan kegiatan MICE, seperti hotel-hotel yang masuk ke dalam jaringan Kuningan MICE Alliance dan venue-venue milik AlcorMICE.

Sementara itu, untuk buyer berasal dari Professional Conference Organizer (PCO) hingga para travel agent. Dalam pemilihan buyer, Panca mengajak anggota Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) untuk berpartisipasi.

“Kita memang membatasi jumlah seller dan buyer yang ikut di MICE Day karena ini masih tes pasar dulu. Nantinya, kita akan bawa ini semua ke event yang lebih besar, yaitu IIME, dengan jumlah buyer dan seller lebih banyak lagi,” ucap Panca.

Lebih lanjut Panca mengatakan bahwa MICE Day ini dapat menjadi salah satu fasilitator yang mempertemukan antar-pelaku industri MICE di Indonesia. Dia juga berharap, kegiatan ini dapat memberikan gairah yang positif bagi para pelaku MICE untuk memulai kembali bisnisnya yang tertunda akibat pandemi COVID-19.

“Paling tidak dengan adanya kegiatan ini, mereka bisa saling tukar informasi, link update, mengetahui situasi masing-masing industri, lalu membicarakan bagaimana solusi untuk memulai bisnis ke depannya. Kuncinya itu sebenarnya komunikasi dulu, jadi di sini kita mencoba memberikan fasilitas tersebut untuk saling berkomunikasi satu sama lain,” ujarnya.

Acara yang dibuat secara gratis ini ditutup dengan webinar bertajuk “Masa Depan Industri MICE Pasca-Pandemi COVID-19” pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Panelis asal Indonesia diwakilkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dr. Mulya Amri PhD selaku Research Director Katadata Insight Center, serta Wita Jacob selaku Chairman Indonesia General Manager Hotel Association Jakarta Chapter. Sedangkan, panelis asal Singapura diwakilkan oleh Errol Lim selaku COO Jublia.