PHRI Minta Bantuan Berbagai Kementerian Untuk Memulihkan Industrinya

Monday, 16 August 21 Bonita Ningsih

Pandemi COVID-19 berdampak buruk terhadap industri pariwisata, termasuk perhotelan dan restoran. Oleh sebab itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta bantuan pemerintah untuk memulihkan kembali industrinya.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengatakan bahwa kondisi terkini dari industri perhotelan dan restoran sudah sangat memprihatinkan. Untuk itu, dibutuhkan perhatian khusus dari pemerintah agar industrinya dapat kembali pulih seperti sedia kala.

Dalam hal ini, Hariyadi, meminta bantuan kepada kementerian dan lembaga terkait agar dapat bersama-sama memulihkan kembali sektor parekraf. Tak hanya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), tetapi juga k/l terkait lainnya.

Hariyadi mengharapkan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri untuk menghapus sementara kewajiban pembayaran, denda atau sanksi keterlambatan pembayaran pajak bumi dan bangunan, pajak reklame, serta pajak penerangan jalan.

BACA JUGA:   KTO Jakarta Buat Konten Jalan-jalan Virtual Bersama Pesepak Bola Asnawi

Kemudian, Kementerian Ketenagakerjaan diminta untuk mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sektor usaha hotel dan restoran dengan kriteria khusus. Tujuannya agar BLT dapat menyentuh kepada karyawan yang statusnya dirumahkan atau sudah tidak bekerja lagi akibat pandemi COVID-19.

Selanjutnya, PHRI juga meminta bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar dapat memberikan stimulus berhubungan dengan kebutuhan listrik. Beberapa permohonan yang diajukan adalah menghilangkan abodemen atau bayar minimum penggunaan listrik hingga memberikan diskon tarif listrik.

BACA JUGA:   TCEB dan UNWTO Selenggarakan ASEAN Conference on MICE

“Bagi pelaku usaha hotel dan restoran yang sedang menurunkan daya sementara karena alasan efisiensi, diharapkan pada saat menaikkan daya listrik kembali tidak dipungut biaya,” ujar Hariyadi.

Sebagai bagian dari industri ini, Kemenparekraf, akan memastikan bisnis perhotelan dan restoran dapat bergerak cepat dan kembali pulih. Pasalnya, kedua bidang ini merupakan bagian terpenting dari pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ini satu hal yang tentunya sangat menjadi pusat perhatian kami, dan kami prihatin, kami Kemenparekraf akan bergerak cepat,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

BACA JUGA:   Rute Kapal Ferry Dumai-Malaka Dibuka Oktober 2019

Sandiaga akan membantu secara maksimal terhadap industri ini agar tidak ada lagi pelaku parekraf yang mengibarkan bendera putih. Dalam hal ini, bendera putih dijadikan simbol ketidaksanggupan pelaku parekraf dalam menjalankan usahanya akibat pandemi COVID-19.

“Jadi lebih baik bendera putih itu berubah jadi bendera merah putih. Kita akan gerak cepat, dan berkolaborasi sehingga kita bisa bangkit disaat sulit,” ucap Sandiaga lagi.