Promosi Wonderful Indonesia Sekaligus Asian Games di ASEAN Tourism Forum 2018

Tuesday, 23 January 18   24 Views   0 Comments   Harry Purnama
ASEAN Tourism Forum
ASEAN Tourism Forum 2017 di Singapura. Foto: Venuemagz/Adi Utomo

Wonderful Indonesia siap berkibar di ASEAN Tourism Forum, Chiang Mai, Thailand, pada 22-26 Januari 2018. Kementerian Pariwisata akan memboyong  42 industri, dan semuanya dipastikan akan all out agar tidak kehilangan momentum saat tampil di Chiang Mai International Exhibition and Convention Center.

Misi ganda diemban Kementerian Pariwisata. Selain promosi dan selling destinasi wisata, Wonderful Indonesia juga ikut mempromosikan event Asian Games 2018. “Event ASEAN Tourism Forum akan mempertemukan seller Indonesia dengan kurang lebih 350 buyer internasional. Tidak hanya itu, ada juga ribuan delegasi serta pengunjung dari berbagai negara, tidak hanya kawasan Asia. Acara ini juga akan diliput 150 media internasional,” ujar I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata.

I Gde Pitana memaparkan, pada partisipasi tahun ini Indonesia menampilkan paviliun seluas 182 meter persegi (21 stan) dengan menonjolkan Pelayanan Informasi Pariwisata dan Asian Games 2018. Peserta yang bergabung pada stan Indonesia terdiri dari biro perjalanan, hotel, dan atraksi minat khusus, serta juga diikuti Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami membawa delegasi yang akan aktif berpartisipasi terdiri dari 42 industri full delegate dari destinasi unggulan di Indonesia. Mereka akan menawarkan paket-paket wisata, tentunya yang sudah siap untuk ditawarkan kepada para buyer, terlebih tahun ini kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Ajang ini akan kita manfaatkan,” kata Pitana.

I Gde Pitana meminta agar para delegasi yang dibawa intens melakukan promosi dan melakukan pertemuan bisnis dengan para buyer yang datang dari seluruh dunia. Selain sebagai ajang mempromosikan Wonderful Indonesia, ATF 2018 diharapkan bisa menghasilkan transaksi bisnis paket wisata dalam upaya mendatangkan wisatawan mancanegara skala besar ke Indonesia.

“Indonesia memandang penting kerja sama negara-negara ASEAN dalam industri pariwisata. Diharapkan dari kerja sama ini menciptakan dan meningkatkan kesadaran bahwa ASEAN sebagai kawasan tujuan wisatawan yang kompetitif di Asia Pasifik,” ujar Pitana.

Menurut Pitana, promosi yang selama ini bertitik berat di branding dan advertising, mulai bergeser ke selling. Branding sudah dilakukan gencar di tahun pertama, lalu advertising di tahun kedua. Tahun ketiga dan seterusnya sudah harus selling to the point.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan keikutsertaan Indonesia di ATF 2018 sangat penting dan strategis. Proximity atau kedekatan itu sangat menentukan sukses tidaknya sebuah program. Bisa kedekatan geografis atau jarak, juga bisa kedekatan budaya atau kultural. “ASEAN itu dekat di jarak, juga akrab di budaya,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya melihat ASEAN adalah market potensial. Asia Tenggara adalah pasar yang amat seksi untuk pariwisata Indonesia, terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. “Sedikitnya ada 24.000 wisatawan olahraga yang akan ke Palembang, Jakarta, dan Bandung,” jelas Arief Yahya.

“Ini momentum besar untuk mendulang devisa. Saat Asian Games nanti, kita bikin mereka datang ke destinasi yang keren-keren,” ujar Arief.