Filipina, Venuemagz.com -Malaysia mencatatkan kunjungan 42,2 juta wisman pada 2025, atau naik sekitar 11,16 persen dibandingkan 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 63,1 persen (26,6 juta orang) merupakan turis, dan sisanya 36,9 persen (15,6 juta) merupakan excursionist atau turis harian yang tidak menginap.
Adapun lima negara utama yang menjadi penyumbang turis terbesar adalah Singapura dengan 21,1 juta wisman, diikuti oleh China (4,7 juta), Indonesia (4,3 juta), Thailand (2,5 juta), dan Brunei (1,6 juta).
Dalam kegiatan Media Briefing ASEAN Tourism Forum 2026, Jamilah Abdul Halim, Senior Deputy Director International Promotion Division Southeast Asia Tourism Malaysia, mengatakan, pada 2026 akan ada enam tren pariwisata yang akan dibentuk oleh Malaysia. Keenam tren tersebut adalah Authentic & Experience-Led Travel, Asia-Pacific Growth, Tech & Personalization, Sustainable Travel, serta Quality Spending.
“Target market utama Malaysia tentu saja negara-negara tetangga, yaitu ASEAN, khususnya Singapura, Indonesia, Thailand, Brunei, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, kami juga menargetkan wisatawan dari Eropa, Inggris, Rusia, Jerman, Prancis, Amerika Serikat, Asia Tengah, Korea Selatan, China, India, Australia, dan Timur Tengah,” ujar Jamilah.

“Kami sudah menyiapkan sales mission ke seluruh negara tersebut. Kami juga secara aktif mengikuti trade show di seluruh dunia,” ujar Jamila.
Untuk mencapai jumlah kunjungan wisatawan internasional yang lebih besar pada 2026, Malaysia meluncurkan kampanye Visit Malaysia 2026 yang akan fokus pada empat hal, yaitu Promotion, Publicity, & Advertising; Accessibility; Length of Stay; dan Innovative Packages & New Tourism Product.
Untuk Promotion, Publicity, & Advertising, Malaysia akan memperkuat program dan aktivitas promosi, serta menjalin kolaborasi dengan mitra lokal dan pemerintah daerah untuk lebih kuat lagi melakukan promosi di tingkat domestik maupun global.
Selain itu, Malaysia juga akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan operator lainnya untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke Malaysia, serta kapasitas penumpangnya.
Kemudian, untuk memperpanjang Length of Stay atau masa tinggal wisatawan internasional, Malaysia berusaha untuk mengajak wisatawan excursionist agar mau bermalam di Malaysia.
“Kami ingin mereka tinggal lebih lama di Malaysia dan menikmati Malaysia lebih beragam lagi,” ujar Jamilah.
Untuk Innovative Packages & New Tourism Product, Malaysia akan mengidentifikasi dan mengembangkan produk wisata baru, serta mengembangkan paket wisata yang unik dan memikat.
Sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026, pemerintah Malaysia juga meluncurkan Malaysia Year of Medical Tourism 2026 untuk mempromosikan keunggulan wisata medis di Malaysia kepada wisatawan dari negara tetangga.
“Target utama kami adalah Indonesia, tapi tentu saja kami juga ingin memperluas market. Melalui program ini, kami akan menawarkan keunggulan kualitas perawatan medis di Malaysia dan dengan harga terjangkau,” ujar Jamila.





