Halim mengatakan, dana kelolaan dalam tiga tahun terakhir tumbuh pesat, dari Rp525 triliun pada tiga tahun lalu menjadi sekitar Rp800 triliun. Pertumbuhan investasi juga naik, dari sekitar 450.000 pada tiga tahun lalu menjadi sekitar 1,4 juta.
“Kita harapkan dengan adanya portal elektronik ini bisa menjangkau lebih luas di Indonesia karena bisa dibuka melalui ponsel dan sebagainya,” ujar Halim.
Raiz menawarkan platform investasi yang terintegrasi dengan bank dan uang elektronik yang menjadi sumber penempatan dana maupun alat pembayaran yang kerap digunakan generasi milenial. Menurut data Bank Indonesia, volume transaksi non-tunai pada tahun 2018 mencapai 60,6 persen, didukung oleh metode transaksi kartu debit, internet banking, serta uang elektronik.
Integrasi layanan Raiz dengan alat pembayaran tersebut memungkinkan pengguna Raiz untuk langsung menginvestasikan dananya dari rekening bank atau uang elektronik yang mereka miliki tanpa harus melakukan transfer ke rekening reksadana seperti mekanisme pembelian produk reksadana yang lazim selama ini. Konsep ini menjadi esensi dari layanan Raiz, di mana kegiatan transaksi keuangan (spend) dan investasi dapat berjalan beriringan, hingga pada akhirnya membentuk kebiasaan berinvestasi.
Untuk itu, Raiz menggandeng CIMB Niaga untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pemindahan dana secara langsung memanfaatkan layanan internet banking CIMB Clicks.






