Selat Sunda Aman, Pariwisata Berjalan

Wednesday, 03 April 19 0 Comments   Harry Purnama
Tanjung Lesung Selat Sunda

Usai dilanda bencana tsunami pada 22 Desember 2018, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengadakan tiga kali kunjungan kerja ke Banten untuk mengawal pemulihan pariwisata di Selat Sunda. Puncaknya, pada kunjungan yang keempat kalinya pada 1 April 2019, Arief Yahya berani menyatakan bahwa Selat Sunda sudah aman untuk dikunjungi wisatawan.

Hal tersebut diputuskan setelah mendengar masukan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang pada 25 Maret 2019 telah menurunkan status Gunung Anak Krakatau dari Level 3 (Siaga) menjadi Level 2 (Waspada). Radius amannya pun berkurang, dari 5 kilometer menjadi 2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

“Dengan demikian, kawasan wisata di Selat Sunda aman dikunjungi wisatawan. Apalagi, jarak dari Gunung Anak Krakatau ke Tanjung Lesung itu jauh, sekitar 51 kilometer. Semoga pengumuman ini menjadi titik balik pariwisata Selat Sunda,” ujar Arief Yahya saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung pada 1 April 2019.

Tak dimungkiri, penduduk di wilayah Pantai Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung sangat menggantungkan hidupnya pada pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saat bencana tersebut terjadi, tingkat hunian penginapan di wilayah itu hanya 5 persen.

Untuk memulihkan kondisi pariwisata di Banten, Kementerian Pariwisata menjalankan 49 kegiatan untuk pemulihan pariwisata Selat Sunda, yang terbagi menjadi sepertiga kegiatan untuk bidang SDM, sepertiga untuk bidang pemasaran, dan sepertiga untuk pemulihan destinasi.

“Dari 49 kegiatan itu, sudah selesai dilakukan 16 kegiatan. Saya minta sisanya yang 33 itu agar diselesaikan pada tanggal 22 Juni 2019,” ujar Arief Yahya.

“Kita harapkan adalah pemulihan lebih cepat lagi, dalam enam bulan sudah fully recovery,” ujar Arief Yahya.

Arief Yahya pun berani menetapkan target KEK Pariwisata Tanjung Lesung akan dikunjungi satu juta wisatawan mancanegara tiap tahunnya, dengan devisa US$1 miliar.

Sementara itu, Poernomo Siswoprasetijo, Presiden Direktur PT Banten West Java yang mengelola KEK Pariwisata Tanjung Lesung, mengatakan, pihaknya terus melakukan penambahan fasilitas serta renovasi dan rebranding, mulai dari pembangunan WORKCATION Cabin, yaitu sebuah konsep tempat tinggal di mana wisatawan bisa bekerja sambil berwisata, lalu dilakukan juga renovasi dan rebranding dari beach club yang sekarang dinamai LALASSA Tanjung Lesung New Beach Club.

Diharapkan seluruh upaya tersebut dapat kembali mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke KEK Tanjung Lesung maupun ke Banten pada umumnya.