BerandaNews1 Juta Wisman Tanpa Jalan Tol, Berat!

1 Juta Wisman Tanpa Jalan Tol, Berat!

Published on

spot_img

Dalam kunjungan kerjanya ke Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung pada 1 April 2019, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan secara resmi bahwa Selat Sunda telah aman dari ancaman tsunami maupun letusan Gunung Anak Krakatau.

Hal tersebut diputuskan setelah mendengar masukan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang pada 25 Maret 2019 telah menurunkan status Gunung Anak Krakatau dari Level 3 (Siaga) menjadi Level 2 (Waspada). Radius amannya pun berkurang, dari 5 kilometer menjadi 2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

BACA JUGA:  Erick Thohir Tunjuk Maya Watono Sebagai Direktur Marketing InJourney

“Dengan demikian, kawasan wisata di Selat Sunda aman dikunjungi wisatawan. Apalagi, jarak dari Gunung Anak Krakatau ke Tanjung Lesung itu jauh, sekitar 51 kilometer. Semoga pengumuman ini menjadi titik balik pariwisata Selat Sunda,” ujar Arief Yahya.

“Kita harapkan pemulihan lebih cepat lagi, dalam enam bulan sudah fully recovery,” ujar Arief Yahya.

BACA JUGA:  Maksimalkan Peran ITPC untuk Ekspor Produk Indonesia

Arief Yahya pun berani menetapkan target KEK Pariwisata Tanjung Lesung akan dikunjungi satu juta wisatawan mancanegara tiap tahunnya, dengan devisa mencapai US$1 miliar. Dengan syarat, jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83 kilometer selesai dibangun sehingga jarak tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung berkurang.

“Pemprov dan pemkab kalau tidak mau menerima target 1 juta wisman, jalan tolnya tidak akan dibangun. Karena itu, jangan ditolak,” ujar Arief Yahya.

BACA JUGA:  Rayakan HUT RI, Epson Genjot Kampanye Bangga Karya Anak Bangsa 

“Banten itu dekat dari Jakarta yang menjadi pasar utama dengan jumlah penduduk yang banyak dan spending power yang tinggi,” ujar Arief Yahya.

Untuk mendukung target 1 juta wisman itu, Bupati Pandeglang Irna Nurulita akan mengembangkan sejumlah destinasi wisata baru, antara lain berusaha membuat Taman Nasional Ujung Kulon diakui sebagai taman bumi (geopark) nasional, dan nantinya juga masuk sebagai UGG (UNESCO Global Geopark).

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....