Strategi Kementerian Pariwisata untuk Pulihkan Selat Sunda

Monday, 14 January 19 Harry Purnama

Untuk mempercepat pemulihan pasca-tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 lalu, Kementerian Pariwisata menggelar “Rapat Koordinasi Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda” di Hotel Marbella, Anyer, Banten pada 11 Januari 2019.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai keynote speaker beserta jajarannya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman, Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Rizky Handayani, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, serta stakeholder terkait pariwisata dan pejabat Kemenpar lainnya.

“Kita di sini sepakat untuk menggaungkan Selat Sunda bangkit. Silakan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebanyak Rp9 miliar untuk Banten dan Rp33 miliar untuk Lampung digunakan untuk mempercepat recovery,” kata Arief Yahya.

Dalam pidatonya, Arief Yahya menjelaskan empat poin penting, yakni performansi sektor pariwisata, mitigasi bencana, kerugian ekonomi, dan dukungan kementerian/lembaga industri terkait.

“Ada tiga tahap dalam mitigasi bencana, yaitu tahap darurat (selesai pada 9 Januari kemarin), tahap rehabilitasi, dan tahap normalisasi. Tahap rehabilitasi seperti pemulihan SDM, pemasaran dan pemulihan destinasi,” terangnya.

Sementara itu, perbaikan jalan, air, listrik dan sebagainya dapat berkoordinasi dengan kementerian terkait. Serta rumah-rumah penduduk yang hancur, bisa menggandeng OJK untuk memberikan keringanan bunga. “Kita juga menyiapkan 20 event nasional dan 3 event internasional untuk pemulihan pemasaran,” ujar Arief.

Pada normalisasi (3 bulan pasca-krisis), Kementerian Pariwisata akan melakukan perhitungan dampak krisis, mendorong penyelenggaraan MICE skala nasional dan internasional, serta publikasi dan promosi pariwisata.

“Cara meyakinkan orang untuk berwisata adalah dengan datang langsung. Saya sekarang datang ke sini untuk meyakinkan bahwa pariwisata di Banten dan Lampung sudah bisa dikunjungi. Image dalam hal seperti bencana ini adalah sangat penting,” ujar Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh untuk kembali membangkitkan pariwisata Banten dan Lampung. Gubernur Lampung Ridho Ficardo pun sangat mengapresiasinya.

“Seperti kita tahu, Kementerian Pariwisata sangat berkomitmen untuk membangun pariwisata Indonesia. Melalui acara ini, pariwisata kita sama-sama bisa kembali bangkit dan membuktikan bahwa sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota sangatlah penting,” ujar Ridho.

Untuk pemulihan, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan bahwa Pemda Banten telah melakukan berbagai upaya, di antaranya pembuatan hunian sementara, kerja sama dengan BNPB dan PUPR untuk membangun hunian tetap, serta rekonstruksi aksesibilitas meliputi perbaikan jalan dari Carita hingga Tanjung Lesung.

“Banten memiliki berbagai potensi pariwisata seperti wisata bahari, wisata religi, wisata alam, cagar budaya, wisata industri, serta wisata MICE. Untuk memajukan pembangunan pariwisata, Pemda Banten telah mempersiapkan SOP Mitigasi Bencana,” ujar Andika.