Strategi Pengembangan Pariwisata Seoul Sampai 2023

Monday, 08 October 18   7 Views   0 Comments   Johana Novianti Hestriana
Deoksugung Palace

Seoul sebagai ibu kota Korea Selatan menjadi salah satu kota yang industri meeting-nya sangat bergeliat. Sejumlah agenda besar pernah terselenggara di sini, seperti Summer Olympics tahun 1988, lalu pada 2002 bersama Jepang, Seoul menjadi tuan rumah Piala Dunia, 2010 menjadi tempat pertemuan negara-negara G20, sampai Februari 2018 menggelar PyeongChang Winter Olympic. Seoul mencatat, pada tahun 2015 sekitar 494 meeting diadakan dan mengangkat Seoul menjadi kota meeting terbesar ketiga di dunia.

Industri meeting yang tumbuh di Seoul selaras dengan sektor pariwisata yang terus dikembangkan. Buktinya, belum lama ini Pemerintah Metropolitan Seoul mengumumkan sejumlah proyek pengembangan pariwisata dalam rencana jangka menengah sampai panjang, yakni dari tahun 2019 sampai 2023.

Pemerintah Metropolitan Seoul akan memperkenalkan 20 atraksi baru yang harus dikunjungi, mengembangkan produk pariwisata terkait Zona Militerisasi Korea, yakni jalur tanah yang melintasi semenanjung Korea dan menjadi zona penyangga antara utara dan selatan Korea, serta menyediakan Seoul Travel Voucher untuk pekerja sementara, penyandang disabilitas, dan grup dengan berpenghasilan rendah.

Proyek ini terdiri dari 96 proyek, 5 strategi utama, dan 12 tugas inti. Pemerintah Metropolitan Seoul menginvestasikan sekitar KRW721.500.000.000 untuk program ini. Tercatat, pada tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Seoul mencapai 10,5 juta orang, sementara wisatawan domestik sekitar 17 juta. Dengan program ini, Pemerintah Metropolitan Seoul menargetkan 50 juta wisatawan, yakni 23 juta wisatawan internasional dan 27 juta domestik.

Lebih jauh, proyek ini digelar untuk menanggapi permintaan akan keseimbangan hidup dan pekerjaan, serta menghilangkan citra Seoul hanya sebagai tujuan wisata murah dan belanja.

Dengan pengembangan pariwisata ini Seoul berharap bisa mencapai beberapa hal. Pertama, menjadi kota pariwisata yang warganya bahagia. Kedua, kota yang menawan dan kaya konten. Ketiga, menjadi kota wisata yang nyaman dan cerdas. Keempat, menjadi kota yang berkelanjutan industri pariwisata, dan terakhir menjadi pemimpin industri pariwisata internasional.

Selain itu, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, pemerintah setempat juga berencana membangun platform daring dan luring tentang pariwisata cerdas, juga mengembangkan program virtual reality bagi wisatawan yang ingin merencanakan perjalanan yang lebih mudah.

“Rencana ini tidak hanya mencakup pertumbuhan kuantitatif wisatawan internasional, tetapi juga menjadi strategi jangka menengah dan panjang untuk wisatawan lokal, sekaligus langkah pengembangan kualitatif pariwisata di Seoul,” ujar Joo Yong Tae, Direktur Biro Pariwisata dan Olahraga Seoul.