TKI Dipaksa Masuk Selandia Baru

Monday, 17 February 20 Herry Drajat
Ilustrasi wisatawan di bandara

Untuk meningkatkan pasar ekspor dan mengundang para investor untuk berinvestasi di Indonesia, pemerintah berperan aktif melalui forum dialog dengan pejabat serta principal terkait dari negara tujuan. Pada 12 Februari 2020, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional menghadiri Forum Senior Official’s Meeting on Trade and Investment Framework (SOMTIF).

Pada SOMTIF ke-7 yang berlangsung di Wellington, Selandia Baru, ini, Iman Pambagyo, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional sebagai Ketua Delegasi RI, bertemu dengan delegasi Selandia Baru yang dipimpin oleh Mark Trainor, Principal Adviser, Trade and Economic Group Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri.

Pada kesempatan kali ini, Indonesia terus berupaya memperlebar akses pasar bagi produk barang dan jasa ke Selandia Baru agar dapat lebih meningkat lagi, terutama untuk produk pertanian dan pasar tenaga kerja.

“Pada SOMTIF kali ini, delegasi RI memperjuangkan akses pasar tenaga kerja Indonesia agar dapat memasuki Selandia Baru. Selain itu, juga akses untuk produk buah-buahan tropis Indonesia, khususnya terkait penyelesaian hambatan nontarif untuk produk manggis, pisang, nanas, salak, dan mangga,” jelas Iman.

Selain isu akses pasar tenaga kerja dan pertanian, Indonesia juga mengundang para investor Selandia Baru untuk berinvestasi ke Indonesia di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan vokasional dan tinggi, kebudayaan, serta peternakan. Iman juga menawarkan kerja sama di sektor ekonomi kreatif seperti perfilman dan animasi.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai realisasi investasi  Selandia Baru di Indonesia tercatat mencapai US$ 2,6 juta di 81 proyek. Mayoritas investasi berada di sektor tersier/jasa, seperti hotel, restoran, dan pariwisata. Sedangkan, perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Selandia Baru bergerak di bidang distributor fosfat dan surfaktan.

SOMTIF merupakan forum bilateral reguler tahunan antara Indonesia dan Selandia Baru. Forum ini mendiskusikan isu-isu perdagangan dan investasi, sekaligus menjadi momen peningkatan kinerja perdagangan dan investasi melalui kerja sama teknis. SOMTIF mulai dibentuk pada 2005 dan pertama kali dilaksanakan pada 14-15 Juli 2008 di Wellington. Selanjutnya, agenda SOMTIF dilaksanakan secara bergantian oleh kedua negara.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total perdagangan Indonesia dengan Selandia Baru pada 2019 mencapai US$1,2 miliar. Ekspor Indonesia ke Selandia Baru tercatat sebesar US$445,2 juta, dan impor Indonesia dari Selandia Baru tercatat sebesar US$763,5 juta.